Di Antara Saham Big Banks, BBRI Paling Banyak Dijual Asing Dalam Sepekan Terakhir

Di Antara Saham Big Banks, BBRI Paling Banyak Dijual Asing Dalam Sepekan Terakhir
Di Antara Saham Big Banks, BBRI Paling Banyak Dijual Asing Dalam Sepekan Terakhir

Keuangan.id – 06 April 2026 | Pasar saham Indonesia mencatat penurunan menyeluruh pada segmen perbankan berkapitalisasi besar (big banks) selama tujuh hari terakhir. Di antara sekian banyak bank, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing, menandakan sentimen hati-hati terhadap sektor keuangan.

Data transaksi menunjukkan bahwa total penjualan saham oleh pihak asing terhadap BBRI mencapai lebih dari 30 juta lembar, melampaui penjualan pada bank lain seperti BCA, BNI, dan Mandiri. Meskipun volume perdagangan BBRI masih berada di level tinggi, tekanan jual ini menggerakkan harga saham turun sekitar 2,5% dalam rentang waktu tersebut.

Berikut rangkuman penjualan saham asing pada lima bank terbesar selama seminggu terakhir:

  • BBRI: >30 juta lembar (penurunan harga ~2,5%)
  • BCA: sekitar 22 juta lembar (penurunan harga ~1,8%)
  • BNI: sekitar 18 juta lembar (penurunan harga ~2,0%)
  • Mandiri: sekitar 15 juta lembar (penurunan harga ~1,6%)
  • Bank Danamon: sekitar 9 juta lembar (penurunan harga ~1,2%)

Beberapa faktor yang kemungkinan memicu aksi jual ini antara lain:

  1. Ketidakpastian kebijakan moneter global yang berdampak pada aliran modal masuk‑keluar.
  2. Penurunan ekspektasi pertumbuhan ekonomi domestik akibat inflasi yang masih tinggi.
  3. Kinerja kuartal terakhir yang tidak memenuhi harapan analis, terutama pada margin bunga bersih.

Pengamat pasar memperkirakan bahwa aksi jual asing dapat berlanjut jika tekanan eksternal tidak mereda, namun potensi rebound tetap ada bila bank-bank tersebut berhasil memperbaiki outlook laba dan menyesuaikan strategi digitalisasi.

Investor domestik disarankan untuk memperhatikan fundamental masing‑masing bank serta kebijakan regulator yang mungkin memberikan stimulus tambahan bagi sektor perbankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *