Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Asuransi Digital Bersama (YOII) mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi dalam penerapan PSAK 117, standar akuntansi keuangan terbaru untuk industri asuransi di Indonesia.
PSAK 117 menuntut perubahan signifikan pada proses pelaporan, pengukuran liabilitas, serta pengelolaan data aktuaris. Bagi YOII, transisi ini berarti penyesuaian sistem IT, pelatihan tenaga kerja, dan memastikan kepatuhan regulasi.
Utama tantangan
- Integrasi sistem: Memperbarui platform akuntansi agar selaras dengan persyaratan PSAK 117 memerlukan investasi besar dan waktu pengembangan.
- Kualitas data: Data historis harus dibersihkan dan dikonversi ke format baru, sehingga risiko kesalahan pelaporan meningkat.
- SDM dan kompetensi: Staf akuntansi perlu dilatih ulang untuk memahami konsep baru, termasuk penilaian liabilitas asuransi jangka panjang.
- Biaya operasional: Implementasi memerlukan anggaran tambahan untuk perangkat lunak, konsultan, dan audit.
- Kepatuhan regulasi: Menjamin bahwa semua laporan memenuhi standar OJK dan otoritas pajak menambah beban administratif.
Untuk mengatasi hal‑hal tersebut, YOII merancang rencana aksi tiga tahap: persiapan, eksekusi, dan pemantauan berkelanjutan.
| Tahap | Langkah Kunci |
|---|---|
| Persiapan | Audit data, penilaian kebutuhan sistem, dan penyusunan roadmap. |
| Eksekusi | Penerapan modul akuntansi baru, pelatihan staf, dan migrasi data. |
| Pemantauan | Audit internal, penyesuaian prosedur, dan pelaporan berkala ke regulator. |











