Trump Beri Batas Waktu Iran untuk Membuka Selat Hormuz, Ancam dengan Serangan Besar

Trump Beri Batas Waktu Iran untuk Membuka Selat Hormuz, Ancam dengan Serangan Besar
Trump Beri Batas Waktu Iran untuk Membuka Selat Hormuz, Ancam dengan Serangan Besar

Keuangan.id – 13 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz hingga Selasa mendatang. Jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut, AS mengancam akan melakukan serangan besar-besaran.

Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, dan Iran telah memblokade selat tersebut sebagai respons atas sanksi yang dikenakan oleh AS. Iran menuntut agar sanksi tersebut dicabut dan blokade laut di Selat Hormuz dihentikan.

Dalam sebuah pernyataan, Trump menyebut bahwa proposal terbaru Iran untuk perundingan dengan AS "sama sekali tidak dapat diterima". Proposal tersebut menyerukan penghentian segera konflik, jaminan bahwa tidak akan ada lagi "agresi" terhadap Iran, dan pencabutan sanksi serta blokade laut AS.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa Iran perlu "memperjelas" bahwa pihaknya tidak berupaya memiliki senjata nuklir, yang dipandang Washington sebagai hal krusial untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, dengan kedua pihak saling bertukar usulan rencana untuk mengakhiri konflik. Namun, hingga saat ini, belum ada kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua pihak.

AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lainnya di Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat senior Iran dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan kepentingan AS di kawasan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan telah saling bertukar usulan rencana yang menguraikan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik dengan dimediasi Pakistan. Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai mulai berlaku pada 8 April, diikuti oleh perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April yang berakhir tanpa kesepakatan.

AS memberlakukan blokadenya sendiri di Selat Hormuz setelah perundingan tersebut gagal. Iran menolak proposal terbaru yang diajukan oleh pihak AS sebelumnya karena dianggap sama saja dengan mendesak Iran untuk menyerah.

Draf proposal terbaru Iran untuk perundingan dengan AS menyerukan penghentian segera konflik, jaminan bahwa tidak akan ada lagi "agresi" terhadap Iran, dan pencabutan sanksi serta blokade laut AS. Proposal tersebut juga menuntut jangka waktu 30 hari untuk mencabut sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, dan pelepasan aset Iran yang dibekukan setelah kesepakatan awal.

Konflik antara AS dan Iran telah menyebabkan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, dan ancaman serangan besar-besaran oleh AS terhadap Iran hanya akan memperburuk situasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya diplomatik yang serius untuk mengakhiri konflik ini dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Dalam beberapa hari mendatang, dunia akan menyaksikan apakah Iran akan membuka Selat Hormuz dan apakah AS akan melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran. Namun, yang jelas adalah bahwa konflik ini harus segera diakhiri untuk menghindari kerugian yang lebih besar bagi kedua pihak dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Exit mobile version