Iran Kembali Menyampaikan Proposal untuk Mengakhiri Perang, Amerika Serikat Mengajukan Tinjauan

Iran Kembali Menyampaikan Proposal untuk Mengakhiri Perang, Amerika Serikat Mengajukan Tinjauan
Iran Kembali Menyampaikan Proposal untuk Mengakhiri Perang, Amerika Serikat Mengajukan Tinjauan

Keuangan.id – 21 Mei 2026 | Iran mengirimkan tanggapan terhadap proposal baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang pada Senin (18/5/2026). Proposal tersebut diberikan melalui mediator kedua negara, Pakistan. Sedikitnya ada 14 poin tuntutan dalam revisi proposal Iran untuk AS itu.

Tanggapan Teheran terhadap proposal terbaru AS telah disampaikan kepada pihak Amerika melalui mediator Pakistan, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Dalam beberapa waktu terakhir, Washington dan Teheran telah bertukar proposal di tengah gencatan senjata selama enam minggu. Meski demikian, pembicaraan yang dimediasi oleh Pakistan itu telah terhenti.

Menurut Presiden AS, Donald Trump, gencatan senjata tersebut saat ini sedang dalam kondisi kritis. Lantas, apa isi tanggapan proposal baru Iran ke AS?

Pada Selasa (19/5/2026), Iran mengungkap isi proposal terbarunya ke AS untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Rincian tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dalam pertemuan dengan anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen.

Proposal tersebut menekankan hak Iran untuk pengayaan uranium dan kegiatan nuklir damai. Proposal tersebut juga mencakup pengakhiran konflik di semua lini, termasuk Lebanon, pencabutan blockade Angkatan laut AS, pembebasan aset Iran, dan kompensasi dari AS atas kerusakan yang disebabkan selama perang untuk mendukung upaya rekonstruksi.

Teheran juga menegaskan pencabutan semua sanksi sepihak dan resolusi Dewan Keamanan PBB dan penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Republik Islam.

Sebelumnya, Iran telah menyampaikan proposal terhadap AS untuk mengakhiri perang melalui Pakistan. Akan tetapi, pengajuan proposal tersebut ditolak oleh Trump.

Pada Kamis (21/5/2026), proposal tersebut telah mendapat tinjauan dari AS. Kantor Berita Nour Iran melaporkan bahwa Washington dan Teheran telah bertukar pesan melalui Pakistan mengenai rumusan dokumen gencatan senjata yang diusulkan.

'Berdasarkan teks asli dari 14 poin Iran, pertukaran pesan telah dilakukan beberapa kali,' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis.

Dia mengatakan, Teheran telah menerima tanggapan AS dan saat ini sedang meninjaunya.

Baghaei menyampaikan, pernyataan tersebut saat kunjungan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsen Naqvi, ke Iran. Sementara itu, Islamabad membantu menengahi pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Exit mobile version