Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Bank BTN mencatat lonjakan signifikan pada platform QRIS-nya. Pada bulan Maret 2024, volume transaksi meningkat 130% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan adopsi pembayaran digital yang semakin cepat di kalangan nasabah.
Perkembangan Kuartal I 2026
Data internal menunjukkan bahwa QRIS BTN tumbuh 151% selama kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini dipicu oleh peluncuran fitur cross‑border yang memungkinkan pembayaran lintas negara secara real‑time, memperluas ekosistem digital BTN ke pasar regional.
Strategi Fee Based Income
Bank BTN menargetkan pendapatan berbasis fee sebesar Rp 10 miliar pada tahun 2026. Untuk mencapai angka tersebut, bank mengandalkan tiga pilar utama:
- Peningkatan volume transaksi melalui integrasi QRIS di merchant dan e‑commerce.
- Pengenalan layanan premium berbayar seperti laporan analitik transaksi bagi UMKM.
- Ekspansi fitur cross‑border yang menarik biaya tambahan untuk konversi mata uang.
Dampak terhadap Nasabah dan Ekonomi
Dengan QRIS BTN yang lebih praktis, nasabah dapat melakukan pembayaran tanpa kontak, mengurangi kebutuhan akan uang tunai, dan mempercepat proses bisnis. Bagi ekonomi nasional, digitalisasi pembayaran berkontribusi pada inklusi keuangan dan efisiensi sistem pembayaran.
Ke depan, Bank BTN berkomitmen terus meningkatkan keamanan, menambah jaringan merchant, dan memperkuat kolaborasi dengan regulator untuk memastikan QRIS tetap menjadi standar pembayaran yang handal di Indonesia.











