Keuangan.id – 29 April 2026 | Jababeka, kawasan industri terbesar di Indonesia, melaporkan kenaikan emisi KIJA sebesar 3% serta peningkatan konsumsi BBM mencapai 17% dalam kuartal terakhir. Bos Jababeka, SD Darmono, menilai fenomena tersebut sebagai fase pertumbuhan alami seiring ekspansi wilayah dan penambahan fasilitas produksi.
Data utama yang disampaikan:
- Emisi KIJA: naik 3% dibandingkan periode sebelumnya.
- Konsumsi BBM: meningkat 17% pada rentang waktu yang sama.
Peningkatan tersebut dipandang sebagai konsekuensi langsung dari penambahan pabrik, peningkatan aktivitas logistik, serta proyek infrastruktur baru. Meskipun demikian, manajemen Jababeka menegaskan komitmen untuk meningkatkan efisiensi energi dan menerapkan teknologi ramah lingkungan guna menekan dampak lingkungan.
Strategi mitigasi meliputi penggunaan sumber energi terbarukan, optimasi proses produksi, serta program pelatihan bagi pekerja tentang praktik hemat energi. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan pertumbuhan industri tidak mengorbankan kualitas udara dan keseimbangan ekosistem.
Secara keseluruhan, peningkatan emisi dan konsumsi BBM dipandang sebagai tanda bahwa kawasan industri sedang berada pada fase pertumbuhan yang signifikan, namun tetap berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang di wilayah Jawa Barat.











