Keuangan.id – 30 April 2026 | Sampah di provinsi Sulawesi Selatan terus meningkat, mencapai sekitar 4.900 ton setiap harinya. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar 33 persen sampah tersebut yang berhasil dikelola secara resmi, meninggalkan lebih dari dua pertiga volume sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Target Pemerintah 2029
Pemerintah provinsi menargetkan agar seluruh sampah yang dihasilkan dapat dikelola 100 persen pada tahun 2029. Pemerintah menegaskan komitmen untuk kelola sampah Sulsel secara total pada 2029. Target ambisius ini mencakup peningkatan fasilitas pengolahan, pengembangan program daur ulang, serta penerapan kebijakan pengurangan sampah pada sumber.
Langkah Strategis
- Pembangunan dan renovasi tempat pembuangan akhir (TPA) yang ramah lingkungan.
- Implementasi sistem pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan usaha.
- Pengembangan fasilitas kompos dan fasilitas energi dari sampah (waste‑to‑energy).
- Peningkatan kapasitas dan pelatihan tenaga kerja di sektor pengelolaan sampah.
Tantangan yang Dihadapi
Beberapa kendala utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kurangnya kesadaran publik, serta pendanaan yang belum optimal. Selain itu, wilayah geografis Sulsel yang terdiri dari pulau‑pulau mempersulit distribusi layanan pengelolaan sampah secara merata.
Harapan dan Dampak
Jika target 100 persen kelola sampah Sulsel tercapai, diharapkan kualitas lingkungan akan membaik, tingkat pencemaran air dan udara menurun, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui industri daur ulang dan energi terbarukan.
Implementasi rencana ini akan dipantau secara berkala melalui laporan kinerja tahunan, dengan harapan dapat menurunkan volume sampah yang tidak terkelola secara signifikan sebelum tahun 2029.











