Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Manama – Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, pada Minggu (8 Maret 2026) mengecam keras serangan “tidak pernah terjadi sebelumnya” dan “tidak dapat dibenarkan” yang dilancarkan Iran terhadap Bahrain dan negara‑negara tetangga di Teluk. Dalam sebuah pidato televisi yang disiarkan oleh televisi negara Bahrain menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan, sang monarki menegaskan penyesalan mendalam atas serangan yang ia sebut tidak dapat dibenarkan dengan dalih apapun.
“Kami menyesali apa yang negara kami dan negara saudara serta sahabat kami harus alami dari serangan yang tidak dapat dibenarkan oleh Iran,” ujar Raja Hamad. Ia menambahkan bahwa Bahrain selalu menjadi “negara perdamaian” yang tidak pernah mencari permusuhan, melainkan menjunjung jalur kerja sama dan hubungan baik antar‑tetangga.
Solidaritas GCC dan Dukungan Internasional
Raja Hamad memuji solidaritas Teluk yang tulus serta dukungan yang diberikan oleh negara‑negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) dan bangsa‑bangsa sahabat. Ia menyebutkan bahwa kontak‑kontak dari negara‑negara sekutu menegaskan kembali dukungan mereka terhadap stabilitas Bahrain, mencerminkan penghargaan internasional yang dimiliki negara kecil ini.
Dalam pidatonya, Raja juga mengapresiasi kesiapan, kewaspadaan, dan rasa tanggung jawab nasional yang ditunjukkan oleh Angkatan Bersenjata Bahrain serta lembaga‑lembaga terkait dalam menghadapi serangan tersebut. Upaya mereka dalam mencegah upaya merusak keamanan negara dan melindungi warga negara serta penduduk menjadi sorotan utama.
Latihan Diplomatik di Tengah Ketegangan
Serangan tersebut terjadi tak lama setelah pernyataan Masoud Pezeshkian, pejabat tinggi Iran, yang menyatakan Iran akan menghentikan serangan ke negara tetangga kecuali serangan tersebut diluncurkan dari wilayah mereka. Namun, pada hari yang sama, Bahrain bersama Saudi Arabia, Kuwait, dan Uni Emirat Arab melaporkan serangan misil dan drone baru.
Ketegangan regional semakin memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan ratusan orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat militer senior. Iran membalas dengan serangan misil dan drone yang menargetkan Israel serta negara‑negara Teluk.
Komitmen Bahrain pada Kebijaksanaan dan Moderasi
Terlepas dari tantangan yang dihadapi, Raja Hamad menegaskan bahwa Bahrain akan tetap berpegang pada jalan kebijaksanaan dan moderasi. Ia menekankan bahwa negara tersebut akan terus memenuhi tanggung jawabnya terhadap kawasan Arab serta komunitas internasional.
Selain menyoroti keamanan, Raja juga menekankan peran Bahrain dalam upaya perdamaian global, termasuk partisipasinya dalam inisiatif rekonstruksi Gaza. Hal ini menegaskan komitmen Bahrain terhadap stabilitas, pembangunan, dan perdamaian di wilayah yang bergejolak.
Pesan kepada Rakyat dan Harapan Menjelang Idul Fitri
Raja Hamad menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Bahrain atas rasa kebangsaan dan loyalitas yang kuat selama masa sensitif ini. Ia menegaskan bahwa persatuan dan ketahanan rakyat menjadi sumber kekuatan utama bangsa.
Menjelang perayaan Idul Fitri, sang monarki mengucapkan salam hangat kepada warga negara dan penduduk, mendoakan keamanan, kemakmuran, dan kemajuan yang terus berlanjut bagi Bahrain.
Dengan latar belakang serangan Iran yang terus berlanjut, pernyataan Raja Hamad menjadi sinyal kuat bahwa Bahrain tidak akan mundur dari prinsip perdamaian dan kerja sama regional, melainkan akan terus mengandalkan solidaritas GCC dan dukungan internasional untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Teluk.











