Penyaluran Kredit Manufaktur Bank Mandiri Tetap Moncer di Tengah Gejolak Global

Penyaluran Kredit Manufaktur Bank Mandiri Tetap Moncer di Tengah Gejolak Global
Penyaluran Kredit Manufaktur Bank Mandiri Tetap Moncer di Tengah Gejolak Global

Keuangan.id – 10 April 2026 | Bank Mandiri terus menunjukkan kinerja kuat dalam penyaluran kredit sektor manufaktur meski kondisi ekonomi dunia masih bergejolak. Pada kuartal kedua 2024, portofolio kredit manufaktur bank ini meningkat signifikan, sementara rasio non-performing loan (NPL) tetap berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai faktor menjadi pendorong utama keberhasilan ini. Pertama, bank menitikberatkan pada segmentasi industri yang memiliki prospek pertumbuhan stabil, seperti barang modal, bahan baku, dan barang konsumen menengah. Kedua, penerapan teknologi digital dalam proses underwriting mempercepat penilaian risiko dan mengurangi biaya operasional. Ketiga, kebijakan suku bunga yang kompetitif serta produk kredit yang fleksibel membantu menjaga daya tarik bagi pelaku usaha.

Berikut rangkuman kinerja kredit manufaktur Bank Mandiri selama enam bulan pertama 2024:

Periode Volume Kredit (Triliun Rupiah) Rasio NPL (%)
Jan‑Mar 2024 45,6 1,28
Apr‑Jun 2024 48,2 1,21

Data di atas menunjukkan pertumbuhan volume kredit sebesar 5,7 % dari kuartal pertama ke kuartal kedua, sekaligus penurunan rasio NPL sebesar 0,07 poin persentase. Penurunan ini mencerminkan efektivitas manajemen risiko bank, termasuk penyesuaian limit kredit dan pemantauan ketat atas kualitas aset.

Selain fokus pada manufaktur, Bank Mandiri juga memperkuat penyaluran kredit ke sektor perdagangan. Strategi diversifikasi ini membantu menyeimbangkan portofolio sehingga dampak volatilitas harga energi dan ketidakpastian geopolitik dapat diminimalisir.

Secara keseluruhan, keberhasilan penyaluran kredit manufaktur di tengah gejolak global menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu lembaga keuangan paling adaptif di Indonesia. Dengan fondasi yang kuat, bank diperkirakan akan terus mendukung pertumbuhan sektor riil, terutama pada masa pemulihan ekonomi pasca‑pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *