Berita  

Pengungsi di Aceh dan Sumut Turun Drastis Menjelang Lebaran: Angka Terkini dan Upaya Pemerintah

Pengungsi di Aceh dan Sumut Turun Drastis Menjelang Lebaran: Angka Terkini dan Upaya Pemerintah
Pengungsi di Aceh dan Sumut Turun Drastis Menjelang Lebaran: Angka Terkini dan Upaya Pemerintah

Keuangan.id – 13 Maret 2026 | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi bencana hidrometeorologi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Penurunan ini menjadi sorotan utama karena ribuan jiwa yang selama ini tinggal di tenda pengungsian kini mulai dipindahkan ke hunian sementara (huntara) yang telah disiapkan secara masif. Upaya percepatan relokasi ini diharapkan dapat menyelesaikan seluruh kasus pengungsian sebelum hari raya, sehingga para korban dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang bersama keluarga.

Data Pengungsi di Sumatera Utara

Menurut data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara per 1 Maret 2026, masih terdapat 3.554 jiwa (921 kepala keluarga) yang mengungsi di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 2.564 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 990 jiwa. Meskipun angka tersebut masih tinggi, tren penurunan mulai terlihat sejak awal bulan Maret berkat program relokasi intensif.

Program hunian sementara (huntara) telah mencapai progres 90‑an persen dalam pembangunan fasilitas. Hingga kini, sebanyak 252 unit huntara telah diserahkan kepada warga terdampak di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, sementara di Sumut terdapat tiga titik penempatan tambahan: Lapangan Bola Simarpinggan (186 unit), Dusun Aek Latong Desa Marsada (118 unit), dan PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru (129 unit). Total unit huntara yang tersedia mencapai 685 unit, yang diharapkan dapat menampung sebagian besar pengungsi yang masih berada di tenda.

Upaya Pemerintah Aceh: Distribusi Beras dan Stabilitas Harga

Sementara itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Lhokseumawe menambah stok beras sebanyak 11 ton untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara. Dengan tambahan ini, total beras yang telah disalurkan ke Aceh Utara sejak banjir November 2025 mencapai 2.816.954 kilogram. Distribusi tambahan juga mencakup 909.310,5 kilogram ke Kabupaten Bireuen dan 990.687 kilogram ke Kota Lhokseumawe.

Stok beras Bulog Lhokseumawe tercatat sebesar 18.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan lima bulan ke depan bagi wilayah Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara. Harga beras di pasar tradisional Lhokseumawe tetap stabil, dengan beras medium dijual Rp 14.000‑14.500 per kilogram dan beras premium Rp 15.300‑15.700 per kilogram, berkat program operasi pasar yang dijalankan pemerintah dan lembaga terkait.

Target Nol Pengungsi di Tenda Menjelang Lebaran

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyatakan harapan kuat agar tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda menjelang Lebaran. “Kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi di tenda,” ujarnya pada konferensi pers di Medan. Basarin menambahkan bahwa Satgas Penanggulangan Bencana (PRR) telah menyelesaikan 81 persen target pembangunan huntara secara keseluruhan, mempercepat proses penempatan kembali ke rumah atau hunian sementara.

Kerja sama lintas sektoral antara pemerintah provinsi, dinas sosial, BNPB, serta organisasi kemanusiaan terus digalakkan untuk memastikan pemindahan berlangsung lancar. Selain penyediaan hunian, bantuan logistik seperti beras, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya juga dikoordinasikan secara terpadu, mengurangi beban ekonomi bagi keluarga korban.

Implikasi Sosial dan Ekonomi Menjelang Lebaran

Penurunan jumlah pengungsi dan penyediaan pangan yang memadai memberikan dampak positif pada stabilitas sosial di wilayah terdampak. Ketersediaan beras yang cukup dan tidak adanya lonjakan harga menjamin masyarakat dapat merayakan Idul Fitri tanpa kekhawatiran kelaparan. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan, seperti proyek perbaikan jalan Simpang Miga‑Sirombu, meningkatkan aksesibilitas bagi tim bantuan dan mempercepat distribusi bantuan ke daerah terpencil.

Secara keseluruhan, upaya terpadu pemerintah Sumut dan Aceh menunjukkan hasil konkret dalam menurunkan angka pengungsi, memperkuat ketahanan pangan, dan menyiapkan kondisi yang lebih kondusif untuk perayaan Lebaran. Meski tantangan masih ada, terutama untuk mengakomodasi sisa pengungsi yang masih berada di tenda, target nol pengungsi di tenda menjelang Idul Fitri tampak realistis dengan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *