Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, dikenal sebagai salah satu tokoh politik yang sukses di Indonesia. Namun, apa yang membuatnya menjadi sosok yang sangat berpengaruh dan kaya? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap sumber kekayaan Jusuf Kalla dan bagaimana dia membangun kerajaan bisnisnya.
Jusuf Kalla lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, pada tahun 1942. Ayahnya, H. Kalla, adalah seorang pedagang yang sukses, dan ibunya, Hj. Syafiah, adalah seorang ibu rumah tangga. Jusuf Kalla tumbuh dewasa dalam keluarga yang berkecukupan dan memiliki latar belakang pendidikan yang baik.
Jusuf Kalla memulai karirnya sebagai pengusaha pada tahun 1960-an, ketika dia masih berusia muda. Dia memulai dengan berjualan kain dan pakaian, kemudian berkembang menjadi pengusaha yang sukses di bidang tekstil. Pada tahun 1970-an, Jusuf Kalla memasuki dunia politik dan menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan.
Naiknya Jusuf Kalla ke puncak kekuasaan politik dimulai pada tahun 2004, ketika dia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2009, Jusuf Kalla kembali terpilih sebagai Wakil Presiden, mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk periode kedua.
Selama menjabat sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla juga membangun kerajaan bisnisnya. Dia memiliki saham di beberapa perusahaan besar, termasuk perusahaan tekstil, perusahaan konstruksi, dan perusahaan energi. Jusuf Kalla juga memiliki properti yang luas, termasuk tanah, bangunan, dan apartemen.
Menurut data dari Lembaga Hukum Korupsi dan Pencegahan (LHKPN), Jusuf Kalla memiliki kekayaan yang mencapai miliaran rupiah. Namun, data ini belum dipublikasikan secara resmi oleh KPK, sehingga masih belum jelas berapa jumlah kekayaan Jusuf Kalla yang sebenarnya.
ICW (Indonesian Corruption Watch) telah mendesak KPK untuk mempublikasikan data LHKPN Jusuf Kalla dan pejabat lainnya. ICW berpendapat bahwa transparansi kekayaan pejabat publik sangat penting untuk mencegah korupsi dan menjamin akuntabilitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jusuf Kalla telah menghadapi beberapa skandal korupsi, termasuk skandal korupsi proyek infrastruktur dan skandal korupsi pengadaan barang dan jasa. Namun, Jusuf Kalla selalu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa dia tidak terlibat dalam korupsi.
Untuk mengungkap sumber kekayaan Jusuf Kalla, perlu dilakukan penyelidikan yang lebih lanjut. Namun, yang jelas adalah bahwa Jusuf Kalla telah membangun kerajaan bisnis yang luas dan memiliki kekayaan yang sangat besar. Oleh karena itu, penting untuk memantau kekayaan pejabat publik dan memastikan bahwa mereka tidak menggunakan kekuasaan mereka untuk memperkaya diri sendiri.
Penyelidikan lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui apakah Jusuf Kalla telah terlibat dalam korupsi atau tidak. Namun, yang jelas adalah bahwa transparansi kekayaan pejabat publik sangat penting untuk mencegah korupsi dan menjamin akuntabilitas.











