Keuangan.id – 20 Mei 2026 | Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin baru-baru ini mengungkapkan bahwa inisiatif Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membantu warga Palestina di Jalur Gaza, kini tengah mandek.
Menurut Sjafrie, BoP adalah suatu inisiatif untuk membantu Palestina di Gaza, dan kita tahu korban yang timbul mungkin sudah hampir 80.000 jiwa yang korban di Gaza.
Sejarah Board of Peace
Board of Peace dibentuk oleh Presiden Donald Trump sebagai upaya untuk membantu warga Palestina di Jalur Gaza. Namun, inisiatif ini kini tengah mandek akibat eskalasi geopolitik global.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Indonesia bergabung dengan BoP karena kepentingan nasional dan untuk membantu warga Palestina di Gaza.
Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin baru-baru ini bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon, Washington D.C.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Hegseth terkait kedua pihak yang menghormati integritas dan kedaulatan teritorial.
Namun, Sjafrie menegaskan bahwa LoI tersebut tidak mengatur soal izin lintas udara bagi pesawat militer AS untuk melintasi wilayah Indonesia.
Komitmen Indonesia
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Indonesia tidak menjalin komitmen apapun terkait izin lintas udara dengan Amerika Serikat.
Dirinya mempertahankan konstitusi dan kepentingan nasional Indonesia, serta mempertahankan prinsip mutual benefit dan mutual respect dalam kerja sama pertahanan.
Indonesia akan terus mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial, serta tidak akan mengizinkan pesawat militer AS untuk melintasi wilayah Indonesia tanpa izin yang jelas.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga menegaskan bahwa Indonesia akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam kerja sama pertahanan, namun dengan tetap mempertahankan kepentingan nasional dan kedaulatan teritorial.











