Keuangan.id – 04 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,99% pada penutupan minggu ke-5 bulan April 2026, menandakan melemahnya sentimen pasar setelah serangkaian data ekonomi yang beragam.
Data perdagangan selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 menunjukkan bahwa mayoritas saham mengalami penurunan, dengan hanya beberapa sektor yang berhasil mencatatkan kenaikan terbatas.
| Tanggal | Penutupan | Perubahan % |
|---|---|---|
| 30 Maret 2026 | 7.145,23 | -0,45% |
| 31 Maret 2026 | 7.120,58 | -0,35% |
| 1 April 2026 | 7.098,44 | -0,31% |
| 2 April 2026 | 7.028,11 | -0,99% |
Berikut beberapa faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar selama minggu tersebut:
- Data inflasi bulan Maret menunjukkan kenaikan yang sedikit di atas perkiraan, menekan ekspektasi kebijakan moneter.
- Harga komoditas seperti batu bara dan nikel mengalami penurunan, mempengaruhi sektor energi dan pertambangan.
- Sentimen global yang hati-hati akibat kebijakan suku bunga di Amerika Serikat menambah tekanan jual.
- Beberapa perusahaan teknologi domestik mencatat penurunan laba, memicu penjualan saham di sektor tersebut.
Meskipun mayoritas saham berada di zona merah, terdapat beberapa saham unggulan yang berhasil menembus zona hijau, di antaranya perusahaan konsumer dan infrastruktur yang didukung oleh prospek proyek pemerintah.
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan data fundamental serta kebijakan moneter mendatang, sambil menyesuaikan portofolio dengan diversifikasi sektor yang lebih luas.











