Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025 dan Target Double Digit di 2026

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025 dan Target Double Digit di 2026
Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025 dan Target Double Digit di 2026

Keuangan.id – 09 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Pada tahun 2025, ancaman siber di Indonesia menunjukkan lonjakan tajam, dengan Kaspersky mencatat lebih dari 14,9 juta serangan berbasis web dan hampir 40 juta ancaman pada perangkat yang berhasil terdeteksi dan diblokir. Sekitar satu dari lima perusahaan di tanah air juga melaporkan mengalami serangan rantai pasokan selama periode yang sama.

Di tingkat global, penjualan Kaspersky meningkat 4% secara tahunan, mendekati USD 836 juta pada 2025. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh segmen B2B yang mencatat kenaikan 16% YoY. Di kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan serupa tercapai dengan peningkatan lebih dari 4% YoY, di mana segmen B2B naik 12% dan segmen enterprise melonjak 22%.

Segmen non‑endpoint perusahaan di Asia Pasifik juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 40% YoY. Pada sisi konsumen (B2C), Kaspersky mencatat peningkatan pelanggan baru sebesar 19% YoY, tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi dalam sejarah perusahaan di wilayah tersebut.

Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, menekankan bahwa perusahaan telah mengembangkan teknologi keamanan kelas dunia selama hampir tiga dekade, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) sejak 2004. Ia menilai bahwa transformasi digital yang dipimpin oleh Asia Pasifik, bersamaan dengan adopsi AI dan cloud, menempatkan Kaspersky pada posisi strategis untuk mengamankan ekspansi digital regional.

Di Indonesia, penjualan naik 3% YoY pada 2025, dengan segmen B2C menjadi pendorong utama berkat lonjakan 48% YoY. Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, menyampaikan target pertumbuhan double digit untuk tahun 2026. Strategi pencapaian target meliputi penetapan harga yang kompetitif, ekspansi ke sektor manufaktur dan rumah sakit, serta pemanfaatan dinamika geopolitik yang membuka peluang baru bagi layanan keamanan siber.

Defi menambahkan, lebih dari separuh profit Kaspersky berasal dari perlindungan endpoint, mencakup perangkat seluler, laptop, dan tablet. Ia menekankan pentingnya resiliency dalam menghadapi ketegangan geopolitik, menyatakan bahwa situasi tersebut justru menjadi peluang untuk memperkuat keamanan pengguna.

  • Web‑based attacks blocked in Indonesia (2025): 14,909,665
  • Device‑based threats blocked in Indonesia (2025): 39,718,903
  • Companies hit by supply‑chain attacks: ~20% of Indonesian firms
  • Global sales 2025: USD 836 million (↑4% YoY)
  • APAC B2B growth 2025: ↑12% YoY
  • APAC enterprise growth 2025: ↑22% YoY
  • Non‑endpoint corporate growth APAC 2025: ↑40% YoY
  • Indonesia B2C growth 2025: ↑48% YoY

Dengan fondasi teknologi AI yang kuat dan strategi penetrasi pasar yang agresif, Kaspersky menargetkan pertumbuhan double digit di Indonesia pada 2026, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem keamanan siber global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *