Keuangan.id – 21 April 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) kembali menegaskan perannya dalam menggerakkan sektor perumahan dengan meluncurkan inisiatif besar yang disebut Program 3 Juta Rumah. Program ini diharapkan dapat menambah pasokan rumah bersubsidi, membuka peluang kerja, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Investasi yang dialokasikan mencapai Rp 1 triliun, dengan target penciptaan sekitar 8.000 lapangan kerja langsung di sektor konstruksi, arsitektur, serta layanan pendukung lainnya. Selain manfaat langsung, BTN menyoroti efek berganda yang akan dirasakan oleh rumah tangga dan industri terkait.
Manfaat utama Program 3 Juta Rumah
- Peningkatan lapangan kerja: Sekitar 8.000 pekerjaan baru akan muncul, mengurangi tingkat pengangguran.
- Peningkatan pendapatan rumah tangga: Ketersediaan rumah terjangkau akan menurunkan beban biaya sewa, meningkatkan daya beli.
- Stimulus bagi sektor konstruksi: Permintaan material bangunan, alat berat, dan layanan teknik diproyeksikan naik signifikan.
BTN juga mengungkapkan bahwa program ini akan mendorong aliran investasi swasta, karena pengembang properti akan terdorong untuk berpartisipasi dalam skema pembiayaan yang lebih mudah diakses. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dalam bentuk subsidi bunga dan insentif pajak, sinergi antara sektor publik dan swasta diharapkan menghasilkan efek multiplikasi pada PDB.
Analisis internal BTN memperkirakan bahwa kontribusi sektor perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat hingga 0,5 poin persentase dalam jangka menengah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target pembangunan rumah bagi 3 juta keluarga pada tahun 2028.
Secara keseluruhan, BTN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem perumahan, menjadikan Program 3 Juta Rumah sebagai katalisator utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.











