Iran Diam-Diam Beli Satelit China untuk Intai Markas Militer AS

Iran Diam-Diam Beli Satelit China untuk Intai Markas Militer AS
Iran Diam-Diam Beli Satelit China untuk Intai Markas Militer AS

Keuangan.id – 15 Mei 2026 | Iran dilaporkan telah melakukan pembelian satelit dari China secara diam-diam. Pembelian ini bertujuan untuk memantau markas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.

Menurut laporan intelijen AS, perusahaan China telah berkomunikasi dengan pejabat Iran mengenai penjualan senjata. Namun, belum jelas apakah ada senjata yang telah dikirim atau berapa banyak penjualan yang disetujui oleh pejabat Tiongkok.

Penjualan Senjata Secara Rahasia

AS telah mengumpulkan informasi intelijen yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok telah merencanakan penjualan senjata secara diam-diam ke Iran. Senjata itu dijual melalui perantara negara lain untuk menyembunyikan asal-usul material tersebut.

Para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa setidaknya salah satu negara yang direncanakan China untuk digunakan guna menyembunyikan asal usul pengiriman senjata berada di Afrika.

Hubungan AS dan China

Presiden AS Donald Trump mengungkap isi pembicaraannya dengan Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing. Trump mengklaim Xi Jinping memberikan pernyataan tegas bahwa China tidak akan memasok peralatan militer kepada Iran di tengah memanasnya konflik kawasan.

Trump bahkan menegaskan bahwa Xi menyampaikan pernyataan tersebut secara langsung dan tanpa keraguan. Namun, Trump mengakui bahwa Xi tetap menekankan pentingnya hubungan ekonomi antara China dan Iran, terutama dalam sektor energi.

Tarif Dagang 50 Persen

Jika laporan intelijen AS benar, maka China bisa terkena tarif dagang tinggi dari AS. Presiden AS, Donald Trump, pada April lalu menegaskan akan memberikan tarif dagang sebesar 50 persen kepada negara mana pun yang memasok senjata ke Iran.

Trump menegaskan bahwa tarif dagang tersebut akan segera berlaku dan tidak akan ada pengecualian atau pembebasan. Hal ini membuat China waspada karena tarif dagang 50 persen dari AS bisa berdampak pada perekonomian mereka.

Wakil Presiden dan Ketua Bidang Ekonomi Internasional Atlantic Council, Josh Lipsky, mengatakan bahwa China pun akan menafsirkannya sebagai ancaman. Lipsky menambahkan bahwa tarif dagang 50 persen dari AS bisa berdampak pada perekonomian China.

Kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa Iran telah melakukan pembelian satelit dari China secara diam-diam untuk memantau markas militer AS di Timur Tengah. Perusahaan China telah berkomunikasi dengan pejabat Iran mengenai penjualan senjata, namun belum jelas apakah ada senjata yang telah dikirim atau berapa banyak penjualan yang disetujui oleh pejabat Tiongkok.

Exit mobile version