Keuangan.id – 17 April 2026 | Bank Mandiri meluncurkan program donor darah massal yang tersebar di sepuluh kota besar Indonesia. Lebih dari 2.800 relawan dari kalangan karyawan, nasabah, dan masyarakat umum berpartisipasi dalam kegiatan ini, menandai komitmen kuat lembaga keuangan tersebut terhadap kesehatan nasional.
Acara ini dirancang untuk meningkatkan ketersediaan darah di rumah sakit serta memperkuat ketahanan kesehatan negara. Dengan menggalang donor secara terkoordinasi, Bank Mandiri berharap dapat mengurangi kesenjangan pasokan darah, terutama pada periode peningkatan kebutuhan seperti bencana alam atau pandemi.
Berikut beberapa poin penting dari inisiatif tersebut:
- Skala nasional: Kegiatan dilaksanakan simultan di 10 kota, mencakup wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
- Jumlah pendonor: Lebih dari 2.800 orang menyerahkan darah secara sukarela, dengan mayoritas berusia antara 18-45 tahun.
- Tujuan utama: Menyumbang stok darah yang cukup untuk mendukung layanan rumah sakit dan program kesehatan pemerintah.
- Kolaborasi: Bank Mandiri bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, PMI Cabang setempat, dan otoritas kesehatan daerah.
- Dampak jangka panjang: Program ini diharapkan menjadi model bagi sektor korporasi lainnya untuk mengintegrasikan aksi sosial ke dalam strategi bisnis.
Direktur CSR Bank Mandiri menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi satu kali, melainkan bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama. “Kami ingin menumbuhkan budaya donor darah secara rutin, sehingga setiap warga negara dapat menjadi bagian dari solusi,” ujar dia.
Selain menambah stok darah, acara ini juga meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya donor darah reguler, prosedur keamanan, dan manfaat kesehatan bagi pendonor sendiri. Bank Mandiri berencana memperluas jangkauan program ke lebih banyak kota pada tahun-tahun mendatang, dengan target meningkatkan partisipasi pendonor sebanyak 30% tiap tahunnya.











