Keuangan.id – 12 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Penyanyi populer Denada mengungkapkan sebuah rahasia yang telah disembunyikan selama 24 tahun. Dalam sebuah episode program FYP, ia secara terbuka mengakui bahwa Ressa Rizky Rosano adalah anak kandungnya, sekaligus menceritakan proses pengungkapan tersebut kepada putrinya, Aisha Aurum. Pengakuan ini menandai titik balik dalam hubungan keluarga yang sebelumnya dipenuhi ketegangan dan gugatan hukum.
Pengakuan di Hadapan Aisha
Denada menjelaskan bahwa keputusan pertama yang diambilnya bukan untuk mengumumkan kepada publik, melainkan untuk menyampaikan kebenaran secara pribadi kepada Aisha. “Akhirnya tahu, dari aku, langsung aku ceritain,” ujar Denada dalam rekaman yang diunggah ke YouTube pada Minggu, 12 April 2026. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan orang tua kepada anak, menyatakan bahwa ia tidak mau mengulang kesalahan yang sama.
Untuk memastikan Aisha dapat menerima berita berat tersebut dengan baik, Denada melibatkan seorang psikolog. Pendekatan profesional ini terbukti berhasil; Aisha menerima pengakuan tersebut dengan tenang, mengucapkan “Alhamdulillah”.
Langkah Selanjutnya: Pertemuan Keluarga
Setelah Aisha menerima kenyataan, Denada mengatur pertemuan antara Aisha dan Ressa di Singapura, tempat Aisha tinggal bersama ibunya. “Aku bilang ke Ressa, ‘Nang, ayo ke Singapura supaya bisa bertemu dengan adiknya’, Ressa juga bilang ‘ayo ibu, mau’,” kata Denada.
Latar Belakang Gugatan Ressa
Pertemuan ini terjadi tidak lama setelah Ressa mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025. Dalam gugatan tersebut, Ressa menuntut pengakuan sebagai anak biologis serta ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran. Gugatan tersebut memicu sorotan publik dan menambah tekanan pada Denada.
Namun, pada Februari 2026, Denada memutuskan untuk mengakui Ressa secara terbuka. Ia mengungkapkan bahwa keputusan sebelumnya untuk tidak mengasuh Ressa dipengaruhi oleh kondisi mentalnya yang belum stabil pada saat kelahiran Ressa. Selain itu, ayah biologis Ressa disebut sebagai sosok masa lalu yang tidak bertanggung jawab dan telah lama menghilang dari kehidupan mereka.
Alasan Penutupan Identitas Ayah Ressa
Dalam wawancara lain di program FYP pada 11 April 2026, Denada menjelaskan mengapa ia menutup identitas ayah biologis Ressa. Menurutnya, pria tersebut telah memilih untuk tidak berada dalam hidup mereka, sehingga tidak ada manfaat membuka identitas tersebut kepada publik. “Buat apa aku buka ke publik? Aku sudah memaafkan dia, dan aku tidak mau menyalahkan dia,” ujarnya. Meskipun demikian, Denada menegaskan komitmennya untuk tidak menyembunyikan kebenaran dari anaknya bila ditanya.
Harapan dan Rencana Kedepan
Denada juga mengungkapkan keinginannya agar Ressa dapat tinggal bersamanya di Jakarta saat mereka berada di kota tersebut. “Insyaallah, aku kepengin begitu. Kalau lagi di Jakarta, mungkin… karena Ressa tinggalnya di Banyuwangi, jadi kalau lagi di Jakarta, yuk tinggal di rumah,” katanya dalam sebuah unggahan Instagram.
Di samping harapan tersebut, Denada menyadari tantangan emosional yang masih harus dihadapi. Ia mengaku merasa gugup kembali muncul di depan kamera setelah sekian lama menghindari sorotan media. “Aku gemetar, ini pertama kalinya aku bertemu sama kamera. Baik kamera dari teman-teman media, mikrofon, terus begitu di dalam juga ngelihat kamera, lighting, dan segala macam,” ujarnya.
Respons Publik dan Doa
Masyarakat memberi respon yang beragam, namun banyak yang mendoakan agar proses rekonsiliasi keluarga ini berjalan lancar. Denada menutup pernyataannya dengan harapan bahwa Allah memudahkan segala langkahnya, “Bismillah, saya masih banyak harus proses sama diri sendiri juga. Tapi, bismillah semoga Allah memudahkan jalannya.”
Pengakuan Denada tidak hanya membuka lembaran baru bagi keluarga mereka, tetapi juga menjadi contoh penting tentang pentingnya keterbukaan orang tua kepada anak, bahkan ketika kebenaran tersebut menyakitkan. Kasus ini sekaligus menyoroti dinamika hukum, psikologi, dan nilai moral dalam konteks keluarga selebriti Indonesia.
Dengan pengakuan resmi, proses hukum yang terkait kemungkinan akan mengalami perubahan, dan harapan akan terjalinnya hubungan yang lebih sehat antara Denada, Ressa, dan Aisha menjadi fokus utama ke depannya.









