Keuangan.id – 21 April 2026 | Amartha melaporkan bahwa pembiayaan inklusif memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro di Indonesia, terutama di tengah kesenjangan pendanaan yang masih luas bagi UMKM.
Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Mikro
Data terbaru menunjukkan rata-rata pertumbuhan pendapatan bulanan bagi penerima pembiayaan meningkat hingga 30% setelah tiga bulan pertama.
- Modal lebih mudah diakses melalui platform digital.
- Pengusaha dapat mengembangkan produk dan memperluas pasar.
- Risiko keuangan berkurang berkat pendampingan teknis.
Statistik Ringkas
| Ukuran | Nilai |
|---|---|
| Jumlah Penerima | 12.000 usaha mikro |
| Rata‑rata Pendapatan (sebelum) | Rp 3,5 juta |
| Rata‑rata Pendapatan (setelah) | Rp 4,6 juta |
| Pertumbuhan (%) | 31% |
Dengan strategi pembiayaan yang menekankan inklusivitas, Amartha berupaya menutup jurang pendanaan antara pelaku usaha besar dan mikro, serta menciptakan ekosistem keuangan yang lebih merata.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga keuangan lain dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM di seluruh wilayah Indonesia.











