Keuangan.id – 21 April 2026 | Premi Maipark diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Lonjakan ini didorong oleh penerapan strategi asuransi risiko bencana berbasis model parametrik yang memungkinkan penanganan klaim lebih cepat dan efisien.
Perusahaan properti Maipark menekankan pengembangan pemodelan risiko yang memanfaatkan data historis dan teknologi analitik. Model ini membantu mengidentifikasi potensi kerugian akibat bencana alam, sehingga premi dapat disesuaikan dengan tingkat risiko yang lebih akurat.
Strategi Asuransi Parametrik
Asuransi parametrik tidak bergantung pada proses penilaian kerusakan secara tradisional. Sebagai gantinya, pembayaran klaim dipicu oleh parameter yang telah ditentukan sebelumnya, seperti intensitas gempa atau curah hujan ekstrem. Pendekatan ini mempercepat pencairan dana dan mendukung proses pemulihan ekonomi pasca bencana.
| Tahun | Premi (Miliar IDR) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|
| 2024 | 1,200 | — |
| 2025 | 1,350 | 12,5 |
| 2026 (Proyeksi) | 1,530 | 13,3 |
Data di atas menunjukkan tren positif yang konsisten, sejalan dengan upaya Maipark dalam memperkuat ketahanan finansial melalui asuransi risiko bencana. Dengan premi yang lebih stabil, perusahaan dapat mengalokasikan dana untuk investasi pembangunan properti baru tanpa khawatir terhadap fluktuasi akibat bencana alam.
Selain manfaat finansial, strategi ini juga meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk investor dan penghuni properti, karena mereka memperoleh jaminan perlindungan yang lebih transparan dan dapat diprediksi.
Ke depan, Maipark berencana memperluas cakupan asuransi parametrik ke wilayah lain di Indonesia, menyesuaikan model risiko dengan karakteristik geografis masing‑masing daerah. Langkah ini diharapkan memperkuat resilien ekonomi nasional, terutama di sektor properti yang rentan terhadap bencana alam.











