Keuangan.id – 22 Mei 2026 | Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup cetak rekor pada perdagangan Kamis (21/5) di tengah fluktuasi harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Sentimen positif datang dari anjloknya harga minyak dunia dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
Penurunan Harga Minyak
Harga minyak mentah dunia anjlok signifikan setelah adanya kemajuan negosiasi antara pemerintah Amerika Serikat dengan pihak Iran.
Penurunan harga minyak tersebut berhasil menekan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat sentimen positif pada bursa saham.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 645,47 poin atau 1,31 persen ke level 50.009,35.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menguat 1,54 persen dan ditutup di posisi 26.270,36.
Adapun indeks S&P 500 juga ditutup naik 1,08 persen ke level 7.432,97.
Harapan Meredanya Konflik
Penguatan Wall Street dipicu oleh koreksi tajam harga minyak mentah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pemerintah berada pada tahap akhir negosiasi dengan Iran.
Pernyataan itu memicu optimisme pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat segera mereda.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 5,66 persen dan ditutup di level 98,26 dolar AS per barel.
Sementara harga minyak Brent melemah 5,63 persen menjadi 105,02 dolar AS per barel.
Kesimpulan
Wall Street melejit ke rekor baru karena harga minyak ambles usai Selat Hormuz dibuka.
Sentimen positif datang dari anjloknya harga minyak dunia dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.











