Keuangan.id – 22 Mei 2026 | Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak warga penasaran apakah BLT Kesra Rp 900.000 akan cair pada Mei 2026.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa BLT Kesra akan cair pada Mei 2026. Namun, pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait dengan keberlanjutan program ini untuk tahun anggaran 2026.
Apa itu BLT Kesra?
BLT Kesra adalah program tambahan dari Kartu Sembako (BLT) Reguler untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Melalui program tersebut, Pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan ini disalurkan selama tiga bulan berturut-turut sehingga total yang diterima mencapai Rp900.000 dalam satu kali pencairan.
Penyaluran BLT Kesra Rp 900.000 dilakukan melalui dua jalur, yaitu: Penerima BLT Kesra adalah masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Siapa yang Berhak Menerima BLT Kesra?
BLT Kesra diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori desil 1-4. Desil ini merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dengan desil 1 sebagai kelompok terbawah dan desil 10 sebagai kelompok tertinggi.
Untuk mengetahui apakah Anda berhak menerima BLT Kesra, Anda dapat melakukan pengecekan status kepesertaan bantuan sosial melalui laman resmi pemerintah.
Cara Cek Penerima BLT Kesra
Anda dapat melakukan pengecekan status penerima BLT Kesra melalui website Kemensos dan melalui aplikasi Cek Bansos. Berikut adalah cara-cara untuk melakukan pengecekan:
- Cek Via Website Kemensos
- Cek Via Aplikasi
Pastikan Anda untuk memperbarui data diri secara berkala untuk memastikan bahwa Anda dapat menerima bantuan sosial yang tepat.
Meskipun belum ada pengumuman resmi terkait dengan BLT Kesra di 2026, pemerintah masih membuka kemungkinan program tersebut kembali dilanjutkan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa keberlanjutan BLT Kesra akan bergantung pada situasi, kondisi, serta kebijakan pemerintah ke depan.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan tidak terjebak dalam hoaks atau penipuan yang beredar di media sosial.











