Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Real Madrid memperpanjang keunggulan mereka di LaLiga pada Minggu lalu dengan kemenangan 2-0 atas Espanyol di Stadion Cornellà-El Prat. Bintang sayap Brasil, Vinícius Júnior, menjadi pahlawan utama setelah mencetak dua gol penting yang menunda Barcelona meraih gelar juara. Kemenangan ini menurunkan selisih poin antara kedua tim menjadi 11 dengan empat laga tersisa, membuat laga klasik antara Real Madrid dan Barcelona pekan depan menjadi sangat menentukan.
Pertandingan dimulai dengan dominasi penguasaan bola oleh Real Madrid, namun peluang belum berbuah gol pada babak pertama. Vinícius Júnior hampir membuka skor ketika tembakannya memantul pada tiang gawang setelah mengalami defleksi. Di menit ke-30, winger Brasil itu terlibat duel sengit dengan bek Espanyol, Omar El Hilali, yang berujung pada kartu kuning untuk Vinícius setelah melakukan tekel keras. Beberapa menit kemudian, El Hilali menerima kartu merah setelah tekel keras pada penyerang Real, namun setelah tinjauan VAR, kartu merah tersebut dikurangi menjadi kuning.
Kegembiraan Gol Kedua di Babak Kedua
Setelah jeda istirahat, Real Madrid kembali menekan. Pada menit ke-55, Vinícius Júnior memanfaatkan kombinasi cepat bersama pengganti Gonzalo García, menembus pertahanan Espanyol dua kali, lalu menempelkan bola ke tiang dekat dengan tembakan halus. Gol pertama ini mengubah skor menjadi 1-0. Tak lama setelahnya, sekitar menit ke-65, Vinícius kembali bersinar. Jude Bellingham memberikan umpan sundulan yang diterima Vinícius di dalam kotak penalti, dan ia menutupnya dengan tembakan luar biasa ke sudut atas gawang, mengunci kemenangan 2-0.
Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin bagi Real Madrid, tetapi juga menghambat laju Barcelona yang sempat unggul 14 poin setelah kemenangan 2-1 atas Osasuna. Barcelona kini harus menunggu hasil klasik melawan Real Madrid untuk memastikan apakah mereka dapat mengamankan gelar ke-29 mereka di Spanyol. Hanya kemenangan Real Madrid dalam laga tersebut yang dapat menunda perayaan Barcelona.
Situasi Real Madrid juga tetap sulit. Tanpa kehadiran Kylian Mbappé yang cedera dan dengan performa yang kurang konsisten dalam sembilan laga terakhir (hanya tiga kemenangan), tim Asisten Pelatih Carlo Ancelotti berada di bawah tekanan besar. Meskipun menguasai bola lebih banyak, Real Madrid belum mampu mengkonversi dominasi menjadi peluang nyata sebelum gol Vinícius. Namun, dengan dua gol cepat dari pemain muda berbakat itu, mereka menunjukkan bahwa serangan cepat dan kreativitas individu masih menjadi senjata utama.
Secara keseluruhan, performa Vinícius Júnior pada pertandingan ini menegaskan peran krusialnya dalam upaya Real Madrid melawan dominasi Barcelona. Kedua golnya tidak hanya memberi tiga poin, melainkan juga menambah ketegangan menjelang pertemuan klasik yang akan menentukan nasib gelar musim ini. Jika Real Madrid berhasil mengulang performa serupa, Barcelona harus menunggu lebih lama untuk mengangkat trofi LaLiga. Bagi para penggemar sepakbola, drama LaLiga musim ini semakin memuncak, dengan Vinícius Júnior menjadi sorotan utama dalam skenario persaingan akhir musim.











