Keuangan.id – 06 April 2026 | Rakit kapal kargo Mitra Jaya V terbalik pada Sabtu malam, 4 April 2024, di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menewaskan seorang anggota Polri dan seorang Anak Buah Kapal (ABK). Insiden ini memicu operasi pencarian gabungan antara Tim SAR, kepolisian, BPBD setempat, serta warga sekitar.
Latar Belakang Kejadian
Pukul sekitar 21.00 WIB, kapal Mitra Jaya V yang sedang dalam proses sandar di Dermaga PT Multi Persada Gatra Megah (MPG) tiba-tiba mengalami benturan. Akibat benturan tersebut, Bripda Vikma Setiawan, yang ditugaskan mengawal kapal muatan minyak sawit mentah (CPO), terjatuh ke sungai. Aleksandro Brianonggasa, ABK berusia 25 tahun, berusaha menolong rekannya namun keduanya tenggelam.
Upaya Pencarian dan Penemuan Korban
Tim SAR segera dikerahkan pada malam kejadian. Pada hari pertama, tim menyusuri radius 500 meter dari titik insiden namun belum menemukan korban. Pada hari kedua, pencarian intensif meluas hingga dua kilometer jauhnya.
Akibat kerja keras tim gabungan, pada Senin, 6 April 2024, kedua korban berhasil ditemukan. Bripda Vikma Setiawan terangkat mengapung sekitar pukul 08.31 WIB, dua kilometer dari lokasi awal. Aleksandro Brianonggasa ditemukan sekitar 500 meter dari titik kejadian. Kedua jenazah dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Reaksi Pihak Berwenang
Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Ricky Hermansyah, menyampaikan bahwa penanganan awal dilakukan Satpolair dan selanjutnya dikoordinasikan dengan Tim SAR serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara. Rizali Hadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kecelakaan serupa di wilayah sungai yang ramai aktivitasnya.
Implikasi dan Langkah Selanjutnya
Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur sandar kapal di dermaga yang berada di sungai berarus deras. Pihak kepolisian berencana melakukan audit keselamatan pelayaran dan meninjau kembali regulasi pengawalan muatan CPO. Selain itu, BPBD mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan di perairan.
Operasi SAR resmi dihentikan setelah kedua korban ditemukan. Seluruh personel yang terlibat diberikan apresiasi atas dedikasinya. Keluarga korban kini tengah menyiapkan pemakaman dan berharap agar tragedi serupa tidak terulang.









