Berita  

Tragedi Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Tewas, Evakuasi Berlangsung Sulit

Tragedi Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Tewas, Evakuasi Berlangsung Sulit
Tragedi Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Tewas, Evakuasi Berlangsung Sulit

Keuangan.id – 11 Mei 2026 | Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan keganasannya. Dua pendaki asal Singapura ditemukan tewas setelah terjebak dalam erupsi gunung berapi ini. Mereka ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan hanya tersisa tulang belulang.

Menurut Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, kedua jenazah ditemukan sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono. Proses evakuasi berlangsung sulit karena posisi korban tertimbun material vulkanik dan bebatuan besar.

Identitas kedua korban adalah Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), keduanya merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura. Mereka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar kawah gunung.

Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) menjebak setidaknya 20 orang pendaki di area puncak. Dari jumlah tersebut, 17 pendaki dinyatakan selamat, sementara 3 lainnya meninggal dunia.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Ia juga memberikan apresiasi kepada Basarnas, TNI, Polri, dan relawan yang bekerja keras di lapangan.

Menyusul tragedi ini, pemerintah daerah bersama TNI-Polri mengeluarkan imbauan tegas agar tidak ada aktivitas pendakian di sekitar kawah Gunung Dukono. Status gunung yang masih “Waspada” dinilai sangat membahayakan keselamatan.

Dalam keseluruhan proses evakuasi, tim SAR gabungan yang dipimpin langsung oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto harus berpacu dengan interval erupsi Gunung Dukono yang masih fluktuatif. Cuaca buruk berupa hujan dan badai di puncak gunung sempat menghambat pergerakan tim.

Setelah berhasil diturunkan, kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Tobelo untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Maluku Utara.

Tragedi ini menjadi peringatan bagi para pendaki untuk lebih waspada dan mematuhi instruksi dari pihak berwenang. Gunung Dukono masih dalam status “Waspada” dan dapat membahayakan keselamatan pendaki jika tidak diwaspadai.

Dengan demikian, penting untuk selalu memantau kondisi cuaca dan status gunung sebelum melakukan pendakian. Jangan ragu untuk membatalkan rencana pendakian jika kondisi tidak memungkinkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *