Keuangan.id – 11 April 2026 | Tekanan biaya hidup yang terus meningkat memaksa banyak orang Indonesia mencari cara tambahan untuk menambah pendapatan. Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Prudential, fenomena side hustle atau pekerjaan sampingan kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan strategi bertahan hidup bagi sebagian besar masyarakat.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 2.000 responden dari berbagai usia, wilayah, dan latar belakang pekerjaan. Hasil utama menunjukkan bahwa hampir 68% responden telah memulai setidaknya satu side hustle dalam 12 bulan terakhir. Dari angka tersebut, 42% mengaku mengandalkan pendapatan sampingan untuk menutupi kebutuhan pokok, sementara 26% memanfaatkannya untuk menambah tabungan atau investasi.
Berikut adalah beberapa jenis side hustle yang paling populer menurut survei:
- Penjualan online (produk kerajinan, pakaian, makanan)
- Pekerjaan lepas di bidang digital (desain grafis, penulisan, penerjemahan)
- Pengemudi ojek atau taksi daring
- Jasa tutor atau pelatihan pribadi
- Usaha kecil berbasis makanan dan minuman
Alasan utama yang mendorong masyarakat untuk mengambil side hustle meliputi:
- Inflasi yang menggerus daya beli.
- Kenaikan biaya sewa dan kebutuhan rumah tangga.
- Ketidakpastian pekerjaan tetap di sektor formal.
- Kebutuhan untuk menyiapkan dana darurat atau pensiun.
Para ahli ekonomi menilai tren ini memiliki implikasi ganda. Di satu sisi, peningkatan pendapatan tambahan dapat memperkuat stabilitas keuangan rumah tangga dan mendorong pertumbuhan ekonomi mikro. Di sisi lain, ketergantungan pada pekerjaan tidak tetap dapat menimbulkan risiko ketidakpastian pendapatan jangka panjang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki perlindungan sosial yang memadai.
Prudential menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang terintegrasi, termasuk pengelolaan pendapatan sampingan secara bijak, alokasi dana untuk asuransi, dan investasi yang sesuai profil risiko. Dengan langkah tersebut, side hustle dapat menjadi pilar tambahan yang memperkuat kesejahteraan finansial, bukan sekadar solusi darurat.
Ke depan, diperkirakan tren side hustle akan terus menguat seiring dengan perkembangan teknologi digital yang memudahkan akses pasar serta semakin meluasnya ekosistem ekonomi gig. Pemerintah dan lembaga keuangan diharapkan dapat menyediakan regulasi dan produk yang mendukung pekerja lepas, sehingga manfaat ekonomi dari fenomena ini dapat dirasakan lebih luas.











