Standar Ganda Pengawasan Nuklir Jadi Sorotan: Keras ke Iran, Lunak ke Israel

Standar Ganda Pengawasan Nuklir Jadi Sorotan: Keras ke Iran, Lunak ke Israel
Standar Ganda Pengawasan Nuklir Jadi Sorotan: Keras ke Iran, Lunak ke Israel

Keuangan.id – 09 Mei 2026 | Perang dingin antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat setelah beberapa hari terakhir ini. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, Iran menegaskan bahwa tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara tersebut, membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Behnam Saeedi, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, membantah klaim Trump bahwa uranium milik Iran telah dipindahkan ke luar negeri. “Pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni. Tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara ini,” kata Saeedi, dikutip dari ISNA.

Perang dingin antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat setelah beberapa hari terakhir ini. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, Iran menegaskan bahwa tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara tersebut, membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Presiden Trump telah beberapa kali mengancam Iran akan menghajar mereka jika mereka tidak menyetujui kesepakatan dengan Amerika Serikat. Namun, Iran tetap menolak untuk menyetujui kesepakatan tersebut.

Berikut adalah beberapa fakta mengenai perang dingin antara Amerika Serikat dan Iran:

  • Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap beberapa target di Iran.
  • Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
  • Pada 21 April 2026, Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke tiga kapal perusak AS yang sedang melintas di Selat Hormuz.
  • Pada 7 Mei 2026, Iran menegaskan bahwa tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara tersebut, membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Fokus utama perang dingin antara Amerika Serikat dan Iran adalah tentang uranium. Iran telah menegaskan bahwa program nuklir mereka hanya ditujukan untuk kepentingan damai, namun Amerika Serikat tetap menganggapnya sebagai ancaman.

Perang dingin antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat dan belum ada tanda-tanda bahwa perang akan berakhir. Namun, ada beberapa kemungkinan bahwa perang dapat berakhir jika kedua negara dapat mencapai kesepakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *