Keuangan.id – 23 April 2026 | Puan Maharani, Ketua DPR RI, menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi kenaikan BBM non subsidi yang diproyeksikan akan berimbas pada inflasi dan daya beli masyarakat.
Dampak Potensial pada Daya Beli
Kenaikan harga bahan bakar, khususnya varian Premium, Pertamax, dan Dexlite, diperkirakan akan menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi kelompok berpendapatan menengah ke bawah.
| Jenis BBM | Harga Sebelum | Harga Setelah Kenaikan |
|---|---|---|
| Premium | Rp9.500 per liter | Rp10.500 per liter |
| Pertamax | Rp10.500 per liter | Rp11.500 per liter |
| Dexlite | Rp9.000 per liter | Rp10.000 per liter |
Langkah Pemerintah yang Diharapkan
- Penyesuaian subsidi energi bagi lapisan masyarakat rentan.
- Penguatan kebijakan pengendalian inflasi melalui moneter dan fiskal.
- Peningkatan efisiensi transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.
- Komunikasi yang transparan mengenai kebijakan harga agar mengurangi kepanikan pasar.
Selain itu, Puan menyerukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pelaku industri dan lembaga keuangan, untuk menciptakan paket dukungan yang dapat menstabilkan harga komoditas dan melindungi konsumen.
Jika langkah antisipasi tidak segera diimplementasikan, risiko inflasi dapat meluas, memicu penurunan daya beli, dan menambah tekanan pada pertumbuhan ekonomi nasional.











