Keuangan.id – 10 April 2026 | Harga emas di pasar domestik menunjukkan penguatan tajam pada perdagangan Kamis, dipicu oleh sinyal adanya gencatan senjata di wilayah konflik yang memengaruhi sentimen investor global. Logam mulia tersebut naik lebih dari 1 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, menandai pergerakan terkuat dalam beberapa minggu terakhir.
Kenaikan ini terjadi meskipun data inflasi domestik masih menunjukkan tekanan harga yang moderat. Pelaku pasar menilai bahwa stabilitas politik yang muncul dari gencatan senjata dapat meredam ketidakpastian geopolitik, sehingga memperkuat permintaan safe‑haven seperti emas. Akibatnya, investor beralih ke logam mulia untuk melindungi nilai aset mereka.
Berikut rangkuman pergerakan harga emas pada hari Kamis:
| Waktu | Harga (per gram) | Perubahan |
|---|---|---|
| Penutupan Hari Sebelumnya | Rp 950.000 | – |
| Perdagangan Kamis | Rp 960.500 | +1,1% |
Analisis pasar menunjukkan bahwa penguatan emas tidak bersifat sementara. Jika gencatan senjata berlanjut dan menurunkan risiko geopolitik, aliran dana ke aset safe‑haven diperkirakan akan tetap kuat, mendukung tren kenaikan harga emas ke level lebih tinggi. Sebaliknya, apabila ketegangan kembali meningkat, volatilitas harga dapat meningkat tajam.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan politik regional serta kebijakan moneter domestik, karena kedua faktor tersebut akan terus memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek hingga menengah.











