Serbuan Otomotif China: Mereka Mulai Menguasai Pasar EV Dunia, Apa Yang Terjadi Pada Merek Jepang?

Serbuan Otomotif China: Mereka Mulai Menguasai Pasar EV Dunia, Apa Yang Terjadi Pada Merek Jepang?
Serbuan Otomotif China: Mereka Mulai Menguasai Pasar EV Dunia, Apa Yang Terjadi Pada Merek Jepang?

Keuangan.id – 13 Mei 2026 | Belakangan ini, serbuan merek otomotif asal China di pasar global semakin masif. Nama-nama seperti BYD, Jaecoo, Chery, Geely, hingga Aion kini agresif memperluas jaringan diler, menghadirkan model baru, serta membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Salah satu contoh merek China yang sedang naik daun adalah Chery. Merek ini berhasil mencatatkan pengiriman kendaraan mencapai 251.386 unit pada April 2026, naik 25,2 persen dibanding tahun lalu. Penjualan kendaraan energi baru (NEV) Chery juga menembus 100.276 unit dalam satu bulan, naik hampir 64 persen secara tahunan.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana Chery mulai serius membangun identitas sebagai brand otomotif elektrifikasi global, bukan lagi sekadar pemain mobil konvensional. Tren tersebut sebenarnya mulai terasa juga di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, Chery cukup agresif memperluas line up produknya, mulai dari SUV bensin, hybrid, hingga mobil listrik.

Di Indonesia sendiri, strategi Chery sejalan dengan arah global mereka yang kini mengusung pendekatan “All Powertrain”, yakni tetap menghadirkan pilihan mesin bensin, hybrid, hingga EV secara bersamaan sesuai kebutuhan pasar masing-masing negara. Sebab pasar otomotif nasional masih berada dalam masa transisi menuju elektrifikasi.

Transfer Teknologi dan Pembangunan RI

Serbuan merek otomotif China di Indonesia semakin masif dalam beberapa tahun terakhir. Nama-nama seperti BYD, Jaecoo, Chery, Geely, hingga Aion kini agresif memperluas jaringan diler, menghadirkan model baru, serta membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Heiwai Tang, ekonom internasional sekaligus Associate Vice President (Global) di The University of Hong Kong, menilai kehadiran brand otomotif China dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan industri nasional, dalam jangka panjang, asalkan diiringi kebijakan yang tepat dari pemerintah.

Menurut Tang, kebijakan industri perlu menjaga keseimbangan antara perlindungan industri lokal dan keterbukaan pasar agar iklim usaha tetap kompetitif. Tang menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan lebih efektif dicapai melalui pasar yang terbuka terhadap investasi asing dan persaingan global.

Strategi JETOUR Perkuat Dominasi Pasar SUV Global

JETOUR International memperkenalkan strategi global terbaru bertajuk Travel Plus yang memperjelas arah pengembangan merek serta produk di masa depan. Dalam ajang Auto China 2026 perusahaan otomotif ini juga menampilkan sinergi strategis antara dua merek yaitu JETOUR dan SOUEAST untuk membangun ekosistem mobilitas yang komprehensif bagi konsumen dunia.

President JETOUR International, Ke Chuandeng mengungkapkan, sejak awal JETOUR konsisten mengusung filosofi ‘Travel+’ dengan mengintegrasikan pemahaman mendalam tentang gaya hidup perjalanan. Langkah bisnis ini didukung oleh evolusi produk yang menyasar segmen hybrid melalui model JETOUR T1 i-DM, T2 i-DM, serta SUV premium G700.

Ekspansi ini diperkuat dengan menggandeng tokoh internasional seperti Alan Walker dan Mo Farah guna memperluas relevansi merek di kalangan generasi muda yang aktif. Melalui partisipasi di Auto China 2026 JETOUR menegaskan posisinya bukan sekadar produsen kendaraan tetapi penyedia solusi mobilitas terintegrasi.

Di balik ekspansi tersebut, Chery juga terus memperkuat teknologi lewat kerja sama dengan perusahaan besar seperti NVIDIA, Qualcomm, dan CATL untuk pengembangan smart cockpit, AI, hingga teknologi baterai. Melihat arah bisnisnya saat ini, Indonesia tampaknya menjadi salah satu pasar penting bagi Chery di kawasan Asia Tenggara.

Apalagi pasar SUV dan kendaraan elektrifikasi di Indonesia sedang tumbuh cukup cepat, baik untuk hybrid maupun EV. Oleh karena itu, Chery berencana untuk terus memperluas jaringan diler dan membangun fasilitas produksi di Indonesia guna meningkatkan penjualan dan memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa serbuan merek otomotif China di Indonesia semakin masif dan memiliki dampak positif bagi pembangunan industri nasional. Namun, perlu diingat bahwa kebijakan industri perlu menjaga keseimbangan antara perlindungan industri lokal dan keterbukaan pasar agar iklim usaha tetap kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *