Selat Hormuz Diblokade, Iran Siapkan Rencana Baru untuk Mengatur Lalu Lintas Kapal

Selat Hormuz Diblokade, Iran Siapkan Rencana Baru untuk Mengatur Lalu Lintas Kapal
Selat Hormuz Diblokade, Iran Siapkan Rencana Baru untuk Mengatur Lalu Lintas Kapal

Keuangan.id – 18 Mei 2026 | Selat Hormuz masih terus menjadi sorotan dunia karena ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Belakangan, Iran telah menyusun mekanisme untuk mengatur lalu lintas maritim melalui rute khusus di Selat Hormuz dan akan mengenakan ‘biaya atas layanan khusus’ yang diberikan dalam sistem tersebut.

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan, skema baru tersebut akan diumumkan segera. Dia menyebutkan hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapatkan keuntungan.

Selat Hormuz juga akan tetap tertutup bagi pihak-pihak yang mengoperasikan Project Freedom, yakni proyek inisiatif Amerika Serikat untuk memandu kapal-kapal yang terjebak tak bisa melintasi Selat Hormuz imbas perang Iran dengan AS-Israel.

Bahkan, kabar beredar menyebutkan Iran meluncurkan platform asuransi maritim baru untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz, dengan laporan yang menyebutkan bahwa sistem tersebut menawarkan polis asuransi digital dan memungkinkan pembayaran dalam mata uang kripto, termasuk Bitcoin.

Rencana penerapan pungutan baru tersebut memicu penolakan dari sejumlah negara. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan bahwa Selat Hormuz harus dibuka kembali tanpa pungutan atau pembatasan apa pun.

Meloni mengatakan Italia yakin bahwa solusi berkelanjutan untuk krisis yang sedang berlangsung di selat tersebut harus didasarkan pada beberapa poin penting. “Yang pertama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, tanpa pungutan atau pembatasan diskriminatif, karena kemakmuran tidak hanya Mediterania dan Teluk tetapi seluruh dunia bergantung pada kebebasan navigasi,” katanya.

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright pada Jumat (15/5) mengatakan bahwa Selat Hormuz diperkirakan akan dibuka kembali paling lambat sekitar musim panas ini. Wright juga memperingatkan bahwa militer AS dapat turun tangan jika Iran terus mengganggu lalu lintas di jalur perairan strategis tersebut.

“Jika Iran terus menyandera ekonomi dunia, militer AS akan memaksa pembukaan Selat Hormuz, tetapi itu bukan hal yang mudah dilakukan,” kata Wright, sembari menambahkan bahwa negosiasi tetap menjadi opsi yang diutamakan.

Perkiraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz tersebut tetap dibayangi oleh ketegangan mengenai gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan pada 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.

Iran juga menyatakan bahwa beberapa negara Eropa telah mengajukan izin untuk melintasi Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan bahwa upaya diplomatik sedang dilakukan untuk menyelesaikan krisis di Selat Hormuz.

Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di Selat Hormuz semakin memanas. Iran telah melakukan beberapa tindakan untuk mengganggu lalu lintas kapal di selat tersebut, termasuk menangkap beberapa kapal asing.

Situasi ini telah memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara lain, terutama mereka yang memiliki kepentingan ekonomi di wilayah tersebut. Beberapa negara telah mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya untuk berhati-hati saat melintasi Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, situasi di Selat Hormuz semakin kompleks. Iran telah meluncurkan beberapa operasi militer di wilayah tersebut, yang telah memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara lain.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus memantau situasi di Selat Hormuz dan berharap bahwa konflik di wilayah tersebut dapat segera diatasi. Dengan demikian, keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dapat dipulihkan, dan ekonomi dunia dapat kembali stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *