Keuangan.id – 27 April 2026 | SBMA melaporkan penurunan laba bersih sebesar 87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.
Penurunan Laba dan Dampaknya
Kerugian tersebut membuat nilai saham perusahaan turun hingga mencapai Rp115 per lembar, level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh penurunan pendapatan operasional dan peningkatan beban biaya.
Aktivitas Investor Asing
Data perdagangan menunjukkan tidak ada transaksi beli atau jual oleh investor asing selama sesi terakhir, menandakan kurangnya minat atau kepercayaan terhadap prospek SBMA dalam kondisi saat ini.
Tekanan Jual Dominan
Dengan minimnya dukungan luar negeri, tekanan jual tetap menjadi faktor utama yang menurunkan harga saham. Analisis pasar memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi hingga perusahaan dapat mengumumkan langkah perbaikan kinerja.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan laporan keuangan selanjutnya dan menilai kembali eksposur portofolio terhadap saham SBMA.
