Keuangan.id – 16 Maret 2026 | AirAsia Indonesia (CMPP) melaporkan penurunan kerugian menjadi Rp1,29 triliun pada tahun 2025, menandakan perbaikan kinerja keuangan dibandingkan periode sebelumnya.
Berbagai faktor berkontribusi pada penurunan tersebut, antara lain peningkatan efisiensi operasional, pemotongan biaya tetap, serta pemulihan permintaan penumpang pasca pandemi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, perusahaan menargetkan ekspansi kapasitas kursi dan pertumbuhan jumlah penumpang pada tahun 2026. Target utama meliputi:
- Peningkatan kapasitas kursi sebanyak 10-15% dibandingkan tahun 2025.
- Pertumbuhan penumpang tahunan mencapai 8-10%.
- Penambahan rute domestik baru, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
- Peningkatan frekuensi penerbangan pada rute-rute utama.
Untuk mendukung rencana tersebut, AirAsia Indonesia berencana mengoptimalkan armada dengan menambah pesawat berbadan ringan yang lebih efisien bahan bakar, serta memperkuat kerja sama dengan bandara dan otoritas penerbangan.
Analisis pasar menunjukkan bahwa meski persaingan di sektor penerbangan domestik tetap ketat, pertumbuhan ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah yang mendukung pariwisata dapat menjadi katalisator bagi peningkatan permintaan penumpang.
Jika target tercapai, diharapkan profitabilitas perusahaan akan kembali meningkat, sekaligus memperkuat posisi AirAsia Indonesia sebagai salah satu maskapai berbiaya rendah terkemuka di Indonesia.











