Keuangan.id – 18 April 2026 | Puasa Senin dan Kamis merupakan amalan sunnah muqayyad yang dianjurkan sejak masa Rasulullah SAW. Meskipun sering dipraktikkan, masih banyak umat Islam yang belum memahami secara lengkap cara niat, arti dalam bahasa Arab, serta manfaat spiritual dan kesehatan yang terkandung di dalamnya. Artikel ini menyajikan rangkaian informasi lengkap mulai dari lafal niat, tata cara pelaksanaan, hingga kaitannya dengan bulan Zulkaidah yang dianggap khusus dalam kalender Hijriyah.
Lafal Niat Puasa Senin dan Kamis dalam Bahasa Arab
Berikut adalah teks niat puasa yang dapat diucapkan sebelum fajar pada hari yang bersangkutan:
- Puasa Senin: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.” - Puasa Kamis: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Niat Puasa
Menurut kitab fiqih modern, niat puasa sunnah yang terikat waktu dapat diucapkan secara lisan atau dalam hati, asalkan sudah ada tekad sebelum terbitnya matahari. Tidak ada ketentuan khusus tentang jumlah kata; yang penting niat tersebut mencakup hari, jenis puasa, dan tujuan kepada Allah. Setelah niat, umat Islam melaksanakan sahur, menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan yang membatalkan puasa hingga terbenam matahari.
Keutamaan Spiritual dan Kesehatan
Puasa Senin‑Kamis tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memiliki dampak positif pada tubuh. Penelitian ilmiah modern menunjukkan penurunan kadar gula darah, peningkatan sensitivitas insulin, serta pengurangan berat badan pada pelaku rutin. Dari sisi spiritual, puasa ini memperkuat ikatan dengan Allah, menumbuhkan disiplin diri, dan meningkatkan kualitas ibadah harian.
Jadwal Puasa Senin‑Kamis Selama Bulan Zulkaidah 1447 H/2026 M
Bulan Zulkaidah, bulan ke‑11 Hijriyah, termasuk empat bulan haram yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Berikut adalah tanggal-tanggal puasa Senin‑Kamis yang bertepatan dengan Zulkaidah tahun 1447 H (2026 M):
| Hari | Tanggal Masehi |
|---|---|
| Senin | 20 April 2026 |
| Kamis | 23 April 2026 |
| Senin | 27 April 2026 |
| Kamis | 30 April 2026 |
| Senin | 4 Mei 2026 |
| Kamis | 7 Mei 2026 |
| Senin | 11 Mei 2026 |
| Kamis | 14 Mei 2026 |
Pada hari-hari tersebut, niat yang sama dapat diucapkan, menyesuaikan dengan hari Senin atau Kamis. Karena Zulkaidah termasuk bulan yang disucikan, pahala puasa yang dilakukan pada periode ini diyakini mendapat nilai tambahan.
Hubungan Puasa Senin‑Kamis dengan Puasa Ayyamul Bidh
Selain Senin‑Kamis, banyak umat Islam juga memanfaatkan bulan haram untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13‑15 setiap bulan). Kedua jenis puasa ini saling melengkapi; Senin‑Kamis memberikan pola mingguan, sementara Ayyamul Bidh menambah dimensi pertengahan bulan. Kombinasi keduanya selama Zulkaidah dapat dianggap sebagai rangkaian ibadah yang sangat dianjurkan.
Secara keseluruhan, niat puasa Senin‑Kamis merupakan langkah sederhana namun penuh makna. Dengan mengucapkan lafaz niat yang tepat, menyesuaikan jadwal sesuai kalender Hijriyah, dan memanfaatkan bulan Zulkaidah, umat Islam dapat memperoleh manfaat spiritual dan kesehatan secara optimal. Praktik berkesinambungan ini memperkuat kesadaran akan tujuan utama ibadah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah serta menata kehidupan secara seimbang.











