Keuangan.id – 21 April 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan peringatan keras kepada seluruh jajaran kementerian agar tidak menjadi penghambat dalam percepatan Proyek Gas Blok Geliga.
Proyek Gas Blok Geliga merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan pasokan energi nasional dan menarik investasi asing. Keterlambatan atau penundaan dapat menurunkan kepercayaan investor serta menghambat target energi negara.
Bahlil menegaskan bahwa pejabat yang terbukti secara sengaja menghalangi proses perizinan, koordinasi, atau pelaksanaan proyek dapat dikenai sanksi administratif, termasuk pemecatan atau penurunan jabatan. Kebijakan ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir tindakan yang menghambat kemajuan energi.
- Langkah pertama: Audit internal untuk mengidentifikasi titik kemacetan.
- Langkah kedua: Pemberian peringatan tertulis kepada pejabat yang terlibat.
- Langkah ketiga: Evaluasi kinerja dan keputusan penempatan kembali atau pemecatan.
Selain itu, Bahlil mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk perusahaan tambang dan kontraktor, untuk berkolaborasi secara transparan. Pemerintah berkomitmen menyediakan fasilitas yang mempermudah proses perizinan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Jika kebijakan ini dijalankan secara konsisten, diharapkan Proyek Gas Blok Geliga dapat selesai tepat waktu, memperkuat kemandirian energi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.











