Keuangan.id – 21 April 2026 | Penataan wilayah yang digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sejak awal tahun ini menargetkan kawasan strategis dari Parung hingga Babakanmadang. Upaya komprehensif ini diharapkan menjadi solusi utama untuk mengatasi kemacetan yang selama ini melumpuhkan mobilitas penduduk di wilayah selatan Bogor.
Latar Belakang dan Tujuan Penataan
Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa program penataan tidak dimaksudkan untuk menggusur pedagang kaki lima, melainkan untuk menciptakan ruang publik yang lebih rapi, aman, dan nyaman. Menurutnya, penataan wilayah harus selaras dengan hak masyarakat atas infrastruktur yang memadai serta layanan publik yang berkualitas.
Langkah Konkret di Pasar Parung
Salah satu langkah paling terlihat adalah penataan kembali pasar tradisional di Parung. Pedagang yang sebelumnya berselerak di sepanjang jalan kini diarahkan ke area yang dikelola oleh PD Pasar Tohaga. Fasilitas seperti kios tetap dipertahankan, namun dilengkapi dengan jaringan listrik, sanitasi, dan sistem keamanan yang lebih baik.
- Penataan kembali alur lalu lintas di sekitar pasar
- Pemasangan rambu lalu lintas yang jelas
- Pembenahan trotoar bagi pejalan kaki
Langkah-langkah ini diharapkan mengurangi waktu tempuh kendaraan dan menurunkan tingkat kebisingan serta polusi udara di sekitar pasar.
Perbaikan Jalan dan Infrastruktur Publik
Selain pasar, pemerintah daerah juga memprioritaskan perbaikan jalan utama yang menghubungkan Parung dengan Babakanmadang. Lebar jalan ditingkatkan, saluran drainase diperbaiki, dan penataan lampu penerangan jalan dipercepat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan optimal, sehingga mengurangi kemacetan pada jam sibuk.
Secara keseluruhan, proyek penataan wilayah mencakup:
- Pengadaan lahan baru untuk pedagang yang terpaksa dipindahkan.
- Pembangunan fasilitas umum seperti taman kota, tempat ibadah, dan ruang serbaguna.
- Peningkatan sistem transportasi publik melalui penambahan titik angkutan kota (angkot) yang terintegrasi.
Dukungan Masyarakat dan Tantangan Implementasi
Rudy Susmanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam program ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan penataan wilayah sangat bergantung pada partisipasi warga, termasuk kepatuhan pedagang dalam menggunakan lokasi yang telah disediakan.
Namun, tantangan tetap ada. Dengan 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, serta populasi yang terus bertambah, pemerintah harus mengelola anggaran secara efisien serta memastikan setiap tahap pelaksanaan tidak menimbulkan gesekan sosial.
Harapan Kedepan
Jika semua pihak berkolaborasi, penataan wilayah di Parung‑Babakanmadang dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mengatasi masalah kemacetan. Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan pemantauan rutin, menyesuaikan kebijakan berdasarkan umpan balik warga, serta memastikan fasilitas publik tetap terjaga kualitasnya.
Dengan langkah terstruktur dan dukungan luas, diharapkan kemacetan parah yang selama ini menjadi keluhan utama warga Bogor dapat berkurang signifikan, menjadikan kawasan Parung dan Babakanmadang lebih layak huni dan produktif.











