Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia menempatkan industri manufaktur sebagai kunci utama dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi global. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kontribusi sektor pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Target Pertumbuhan dan Peran Strategis
| Tahun | Pertumbuhan % | Komentar |
|---|---|---|
| 2023 | 4,10 | Mulai pemulihan pasca pandemi |
| 2024 | 4,80 | Peningkatan investasi asing |
| 2025 | 5,30 | Target pemerintah tercapai |
Langkah Kebijakan Pemerintah
- Peningkatan insentif fiskal bagi perusahaan manufaktur.
- Pengembangan infrastruktur logistik dan energi yang mendukung rantai pasok.
- Peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi.
- Kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk mempermudah akses pembiayaan.
Dengan mengoptimalkan industri manufaktur, pemerintah berharap dapat menahan dampak negatif dari fluktuasi pasar internasional, memperkuat neraca perdagangan, serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi juga menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan dan inovatif.











