Keuangan.id – 07 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 mencapai Rp16,46 triliun, menandai pertumbuhan tipis sebesar 0,73% secara tahunan. Meskipun angka ini menunjukkan kenaikan, laju pertumbuhan melambat dibandingkan bulan Januari 2026 yang mencatat pertumbuhan 1,12%.
Data tersebut menjadi sorotan OJK karena sektor modal ventura berperan penting dalam mendukung startup dan inovasi teknologi di Indonesia. Penurunan laju pertumbuhan mengindikasikan tantangan baru, seperti pengetatan kebijakan kredit, meningkatnya persaingan global, serta pergeseran fokus investor ke sektor yang lebih stabil.
| Bulan | Pembiayaan (Triliun Rp) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|
| Januari 2026 | 16,32 | 1,12 |
| Februari 2026 | 16,46 | 0,73 |
OJK menyoroti beberapa area yang perlu mendapat perhatian khusus:
- Penyaluran dana ke sektor teknologi tinggi: Memastikan dana ventura tidak hanya terkonsentrasi pada industri tradisional.
- Kualitas portofolio: Mengurangi risiko gagal bayar dengan meningkatkan due diligence pada tahap awal.
- Kebijakan regulasi: Menyelaraskan regulasi agar tidak menghambat inovasi namun tetap melindungi investor.
- Dukungan ekosistem: Memperkuat kolaborasi antara lembaga keuangan, inkubator, dan universitas.
Para pelaku industri diharapkan menyesuaikan strategi investasi, memperluas jaringan mitra, dan memanfaatkan insentif pemerintah yang terus berkembang. Dengan langkah yang tepat, pertumbuhan modal ventura dapat kembali menguat, mempercepat transformasi digital dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.











