Keuangan.id – 07 April 2026 | Puasa Senin dan Kamis merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam karena banyak mengandung keutamaan spiritual dan kesehatan. Di antara keduanya, puasa Kamis sering menjadi pilihan bagi umat yang ingin mengoptimalkan pahala sekaligus menyesuaikan dengan jadwal harian. Artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang niat puasa Kamis, tata cara membacanya, serta cara menggabungkannya dengan puasa Syawal yang berlangsung pada tahun 2026.
Pengertian Niat Puasa Kamis
Niat merupakan inti dari setiap ibadah dalam Islam. Tanpa niat yang tulus, puasa tidak akan sah di mata syariat. Niat puasa Kamis menegaskan bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena motivasi duniawi. Dengan niat yang jelas, seorang Muslim menyiapkan diri secara mental dan spiritual untuk menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Bacaan Niat Resmi untuk Puasa Kamis
Berikut adalah lafaz niat puasa Kamis dalam bahasa Arab beserta transliterasinya dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi taâlâ.
- Arti: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dapat diucapkan pada malam sebelum hari Kamis (dari waktu Isya hingga terbit fajar) atau pada siang hari sebelum makan dan minum pertama, asalkan niat belum diungkapkan sebelumnya. Keleluasaan ini diberikan oleh ulama untuk puasa sunnah, termasuk puasa Senin‑Kamis, ayyamul bidh, dan puasa Syawal.
Waktu yang Tepat Membaca Niat
Idealnya, niat dibaca pada malam hari sebelum fajar. Namun, bila lupa, diperbolehkan membaca niat pada pagi hari sebelum sahur atau pada siang hari sebelum makan pertama. Penting untuk memastikan niat sudah terucapkan sebelum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau hubungan suami istri.
Menggabungkan Niat Puasa Kamis dengan Puasa Syawal
Puasa Syawal enam hari merupakan sunnah yang dianjurkan setelah Idul Fitri. Pada tahun 2026, bulan Syawal dimulai pada 21 Maret (1 Syawal 1447 H) dan berakhir pada 18 April (29 Syawal). Umat Islam memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan enam hari puasa tersebut secara berurutan atau tidak berurutan.
Jika hari Kamis jatuh pada salah satu hari puasa Syawal, seorang Muslim dapat menggabungkan niat puasa Kamis dengan niat puasa Syawal. Contohnya, pada 26 Maret 2026 (6 Syawal) yang bertepatan dengan hari Kamis, niat yang dapat dibaca adalah:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِنَةِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta’âlâ.
- Arti: “Aku niat puasa sunnah enam hari Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Setelah mengucapkan niat tersebut, langsung diikuti dengan niat puasa Kamis:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi taâlâ.
- Arti: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Dengan cara ini, satu hari puasa sekaligus menghimpun dua pahala: puasa Syawal yang menambah pahala Ramadan, serta puasa Kamis yang memiliki keutamaan tersendiri.
Batas Akhir Puasa Syawal 2026
Kalender Hijriah resmi Kementerian Agama RI menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Karena bulan Syawal terdiri atas 29 hari, batas terakhir melaksanakan puasa Syawal adalah 18 April 2026. Bagi yang memilih mengikuti kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, batasnya satu hari lebih awal, yaitu 17 April 2026. Kedua penetapan ini penting untuk menghindari kekeliruan dalam menunaikan sunnah enam hari.
Umat yang belum menyelesaikan enam hari puasa Syawal dapat memanfaatkan akhir bulan untuk menggenapi kewajiban tersebut, bahkan menggabungkannya dengan puasa Kamis atau Senin bila jatuh berdekatan. Kombinasi ini tidak hanya mempermudah penjadwalan, tetapi juga memperbanyak pahala dalam satu hari.
Langkah Praktis Menyusun Jadwal Puasa
Berikut langkah-langkah yang dapat membantu umat Islam menyiapkan jadwal puasa Kamis sekaligus puasa Syawal pada tahun 2026:
- Periksa kalender Hijriah resmi Kemenag atau KHGT untuk mengetahui tanggal 1 Syawal.
- Tandai semua hari Kamis selama bulan Syawal (misalnya 26 Maret, 2 April, 9 April, 16 April).
- Pilih enam hari puasa Syawal yang paling sesuai, baik berurutan atau tidak berurutan.
- Jika ada hari Kamis yang termasuk dalam enam hari pilihan, rencanakan niat ganda seperti contoh di atas.
- Ucapkan niat pada malam sebelumnya atau pada pagi hari sebelum sahur, pastikan niat sudah jelas.
- Jaga niat selama puasa, hindari makan, minum, atau perbuatan yang membatalkan puasa sampai maghrib.
Dengan mengikuti panduan ini, umat Islam dapat melaksanakan puasa Kamis dan puasa Syawal secara optimal, memaksimalkan pahala, serta menjaga keabsahan ibadah sesuai syariat.
Puasa Kamis bukan sekadar rutinitas mingguan; ketika dipadukan dengan puasa Syawal, ia menjadi sarana memperkuat ikatan spiritual pasca‑Ramadan serta menambah nilai keagamaan dalam kehidupan sehari‑hari. Semoga panduan ini membantu setiap Muslim untuk melaksanakan niat puasa dengan khusyu’ dan memperoleh keberkahan yang berlipat.











