Keuangan.id – 17 April 2026 | Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengamati bahwa tren pemberian bunga spesial (special rate) kepada deposan besar mengalami penurunan dalam beberapa kuartal terakhir. Penurunan ini merupakan hasil dari kebijakan internal BTN yang sengaja menekan tingkat suku bunga khusus demi menyeimbangkan biaya dana dan meningkatkan profitabilitas.
Beberapa langkah strategis yang diambil BTN dalam rangka memperkuat dana murah antara lain:
- Mengoptimalkan penawaran produk tabungan reguler dengan suku bunga kompetitif namun stabil, sehingga menarik lebih banyak depositor ritel.
- Memperluas jaringan cabang dan layanan digital untuk menjangkau nasabah di wilayah yang belum terlayani, meningkatkan basis dana domestik.
- Menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan non‑bank untuk program penempatan dana jangka panjang yang berisiko lebih rendah.
- Melakukan penyesuaian portofolio investasi pada surat berharga pemerintah yang memberikan imbal hasil aman dan mendukung likuiditas.
Selain itu, BTN juga menyesuaikan kebijakan internal terkait penilaian risiko kredit, memastikan bahwa dana murah yang terkumpul dapat dialokasikan ke segmen kredit perumahan yang memiliki profil risiko terukur.
Kondisi pasar uang Indonesia yang relatif stabil serta kebijakan moneter Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan pada level moderat memberikan ruang bagi BTN untuk mengelola spread antara dana masuk dan dana keluar secara optimal. Dengan menekan special rate, BTN berupaya mengurangi tekanan biaya dana yang biasanya lebih tinggi pada produk deposito khusus.
Penguatan dana murah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan BTN dalam menyediakan kredit perumahan bersubsidi dengan suku bunga yang kompetitif, mendukung agenda pemerintah dalam memperluas kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.











