Keuangan.id – 01 Mei 2026 | Empat perwira asal Pati, Jawa Tengah, resmi masuk dalam bursa calon Kapolda Sulteng. Persaingan untuk memimpin kepolisian Provinsi Sulawesi Tengah semakin ketat, menandai babak baru dalam dinamika kepemimpinan Polri di wilayah tersebut.
Irjen Pol (Ret.) Abdul Haris – Mantan Kapolres Kendal
Abdul Haris mengawali kariernya di Polda Jawa Tengah dan pernah menjabat sebagai Kapolres Kendal. Selama menjabat, ia berhasil menurunkan angka kriminalitas sebesar 12% lewat operasi terpadu anti-narkoba dan pemberantasan jaringan kriminal lintas wilayah. Pengalaman lapangan yang luas serta kemampuan koordinasi antar‑instansi menjadi nilai plusnya dalam persaingan untuk menjadi Kapolda Sulteng.
Irjen Pol (Ret.) Ahmad Dwi – Kepala Subbagian Intelijen Polda Jawa Tengah
Ahmad Dwi dikenal sebagai pakar intelijen dengan jejak rekam penanganan kasus terorisme dan kejahatan siber. Pada 2022, tim intelijennya berhasil mengungkap jaringan teroris yang berencana menyerang infrastruktur kritis di wilayah timur Indonesia. Prestasinya dalam pengumpulan data strategis dan analisis risiko diharapkan dapat memperkuat keamanan di Sulawesi Tengah yang memiliki tantangan geografis dan demografis yang unik.
Irjen Pol (Ret.) Budi Santoso – Wakil Kepala Divisi Operasi Polda Jawa Barat
Budi Santoso memimpin sejumlah operasi besar, termasuk operasi penertiban pasar gelap di Bandung dan operasi anti‑pembajakan lahan di wilayah pesisir. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas, menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat setempat, serta memanfaatkan teknologi monitoring berbasis drone. Pendekatan inovatifnya diharapkan dapat mempercepat respons kepolisian di daerah terpencil Sulawesi Tengah.
Irjen Pol (Ret.) Chandra Wicaksono – Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Polda Jateng
Chandra Wicaksono memiliki latar belakang kuat dalam pengembangan SDM, khususnya dalam program pelatihan kepemimpinan dan kesejahteraan anggota. Ia berhasil meningkatkan rasio kepuasan kerja anggota Polri sebesar 18% melalui program kesejahteraan mental dan fisik. Fokusnya pada peningkatan kualitas personel dipandang strategis untuk membangun kepolisian yang adaptif di wilayah dengan tantangan logistik seperti Sulawesi Tengah.
Keempat calon tersebut tidak hanya membawa reputasi pribadi yang kuat, tetapi juga visi strategis yang sejalan dengan kebutuhan keamanan dan pembangunan di Sulawesi Tengah. Masing‑masing memiliki keunggulan khusus: Abdul Haris dengan rekam jejak penurunan kriminalitas, Ahmad Dwi dengan keahlian intelijen, Budi Santoso dengan inovasi operasi berbasis teknologi, serta Chandra Wicaksono dengan penguatan sumber daya manusia.
Proses seleksi Kapolda Sulteng melibatkan penilaian mendalam terhadap integritas, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi geografis dan sosial‑budaya setempat. Komite seleksi akan menilai pencapaian, rekomendasi dari atasan, dan hasil wawancara yang menitikberatkan pada strategi penanggulangan kejahatan transnasional serta peningkatan kepercayaan masyarakat.
Para pengamat menilai bahwa persaingan ini akan memberikan dorongan positif bagi Polri secara keseluruhan. “Kehadiran calon-calon berkualitas dari luar daerah dapat membawa perspektif baru, memperkuat sinergi antar‑provinsi, dan meningkatkan standar pelayanan kepolisian,” ujar seorang analis kebijakan keamanan.
Jika terpilih, calon terpilih akan menghadapi tantangan utama berupa pengamanan wilayah pesisir yang rawan penyelundupan, penanggulangan kejahatan siber yang semakin kompleks, serta peningkatan hubungan dengan masyarakat adat. Keberhasilan mereka akan sangat dipengaruhi kemampuan mengintegrasikan teknologi, intelijen, serta pendekatan berbasis komunitas dalam strategi kepolisian.
Dengan latar belakang yang beragam, empat perwira Pati ini siap berkompetisi secara sehat demi masa depan kepolisian Sulawesi Tengah yang lebih profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
