Berita  

Longsor Sampah TPST Bantargebang: 5 Tewas, Ribuan Tertimbun, Penyelidikan Menggencar

Longsor Sampah TPST Bantargebang: 5 Tewas, Ribuan Tertimbun, Penyelidikan Menggencar
Longsor Sampah TPST Bantargebang: 5 Tewas, Ribuan Tertimbun, Penyelidikan Menggencar

Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, kembali menggemparkan publik pada Senin, 9 Maret 2026. Pada pukul 12.05 WIB, tim SAR menemukan satu korban tambahan yang meninggal dunia, meningkatkan total korban tewas menjadi lima orang. Kejadian ini menambah duka dari empat korban yang sempat dilaporkan pada pagi hari yang sama.

Kronologi Kejadian

Insiden terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Sebuah gunungan sampah tiba‑tiba runtuh menutup jalan di kawasan TPST Bantargebang (zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang). Runtuhan tersebut menimpa sebuah warung kopi serta beberapa truk sampah yang sedang beroperasi. Saksi yang berada di lokasi melaporkan terdengar teriakan warga sebelum melihat tumpukan sampah menutupi area tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo, menjelaskan bahwa saksi pertama adalah seorang petugas keamanan yang tengah beristirahat di warung kopi. Setelah menerima laporan, petugas keamanan segera menyebarkan informasi melalui grup komunikasi TPST, sehingga tim SAR, Polsek Bantargebang, serta unsur gabungan TNI‑Polri, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Basarnas, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, PMI, dan relawan langsung dikerahkan ke lokasi.

Daftar Korban Meninggal

  • S (60) – Pedagang kopi yang berjualan di area warung.
  • E.W. (26) – Pemulung.
  • D.S. (22) – Sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
  • I.S. (40) – Sopir truk.
  • Korban kelima (identitas belum diungkap) – Ditemukan pada pukul 12.05 WIB oleh tim SAR.

Selain kelima korban meninggal, dua sopir truk lain, yang diidentifikasi sebagai J dan R, selamat dari kejadian. Kedua sopir tersebut berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Tim SAR menggunakan ekskavator dan peralatan berat lainnya untuk menggali tumpukan sampah dan mencari korban yang masih tertimbun. Proses evakuasi melibatkan koordinasi intensif antara aparat kepolisian, TNI, serta lembaga penanggulangan bencana. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, dan Wakapolda Dekananto Eko Purwono turut turun ke lokasi untuk mengawasi proses pencarian dan memastikan prosedur identifikasi korban berjalan sesuai standar.

Polsek Bantargebang mencatat bahwa masih terdapat sepuluh orang yang diperkirakan masih tertimbun di antara puing‑puing sampah. Pencarian terus berlanjut dengan dukungan alat berat, anjing pelacak, serta bantuan relawan.

Penyelidikan dan Tindak Lanjut

Polisi membuka penyelidikan resmi terkait penyebab longsor. Fokus penyelidikan diarahkan pada faktor struktural tumpukan sampah, prosedur keamanan di TPST, serta potensi kelalaian dalam pengelolaan limbah. Pihak berwenang juga tengah melakukan inventarisasi kerugian materi yang diakibatkan oleh longsor, termasuk kerusakan pada truk sampah, warung kopi, dan fasilitas TPST.

Para ahli lingkungan menilai bahwa penumpukan sampah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko kegagalan struktural, terutama pada area dengan curah hujan tinggi seperti wilayah Bekasi. Mereka menyerukan penerapan sistem manajemen sampah yang lebih modern, termasuk pemilahan, daur ulang, dan penggunaan teknologi pemantauan stabilitas tumpukan.

Kejadian ini menambah daftar tragedi bencana alam dan buatan manusia di Indonesia tahun 2026, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan penegakan regulasi pengelolaan limbah. Masyarakat di sekitar TPST Bantargebang kini menunggu kabar lebih lanjut tentang keselamatan orang-orang yang masih tertimbun, serta langkah-langkah perbaikan yang akan diambil pemerintah setempat.

Semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk mencegah terulangnya tragedi serupa, dengan memperkuat infrastruktur, meningkatkan pelatihan petugas, serta melibatkan komunitas dalam pengawasan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *