Keuangan.id – 22 April 2026 | Bank Mandiri (BMRI) mencatat peningkatan laba bersih sebesar 16,6% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh kinerja kuat unit digital Livin’ by Mandiri serta ekspansi kredit yang melampaui rata‑rata industri.
Faktor utama pertumbuhan laba
Livin’, aplikasi perbankan digital milik Mandiri, mencatat total transaksi mencapai Rp1,24 triliun, meningkat 27% secara tahunan. Peningkatan volume transaksi ini berkontribusi pada pendapatan fee dan margin bunga yang lebih tinggi.
Selain itu, portofolio kredit BMRI tumbuh lebih cepat dibandingkan kompetitor, dengan pertumbuhan kredit mencapai 15% pada Q1 2026. Penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta segmen korporasi menambah tekanan positif pada pendapatan bunga.
Perbandingan dengan industri
| Indikator | BMRI Q1 2026 | Rata‑rata Industri |
|---|---|---|
| Laba Bersih | +16,6% | +9,8% |
| Pertumbuhan Kredit | +15% | +9% |
| Transaksi Livin’ | Rp1,24 triliun | — |
Data menunjukkan BMRI berada di atas rata‑rata kompetitor dalam hal profitabilitas dan ekspansi kredit.
Prospek ke depan
Manajemen bank menargetkan pertumbuhan laba tahunan di kisaran 12‑15% dengan mengandalkan digitalisasi layanan, peningkatan efisiensi operasional, serta penyaluran kredit yang selektif. Jika tren transaksi Livin’ terus berlanjut, kontribusi digital dapat menjadi pendorong utama profitabilitas di kuartal‑kuartal berikutnya.











