Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Adira Finance mencatatkan peningkatan signifikan pada laba bersihnya di kuartal pertama 2026. Laba bersih Adira Finance mencapai Rp 484 miliar, melambungkan angka sebesar 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Faktor Pendorong Kenaikan
- Pembiayaan Kendaraan Bermotor: Volume penyaluran kredit kendaraan naik sekitar 12% berkat permintaan konsumen yang kuat.
- Efisiensi Operasional: Penurunan biaya administrasi dan peningkatan produktivitas cabang berkontribusi pada margin yang lebih baik.
- Manajemen Risiko Kredit: Tingkat NPL (Non-Performing Loan) tetap berada pada level terendah dalam tiga tahun terakhir, mengurangi beban provisi.
- Pendapatan Non-Operasional: Keuntungan dari penjualan aset dan investasi jangka pendek menambah pendapatan total.
Rincian Kinerja Keuangan Kuartal I-2026
| Item | Q1 2025 | Q1 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 384 Miliar | Rp 484 Miliar | +26% |
| Pendapatan Kredit | Rp 6,2 Triliun | Rp 6,9 Triliun | +11% |
| Biaya Operasional | Rp 1,1 Triliun | Rp 1,0 Triliun | -9% |
| Rasio NPL | 2,8% | 2,4% | -0,4 poin |
Dengan fondasi yang kuat dan strategi ekspansi yang terukur, Adira Finance diprediksi akan terus meningkatkan profitabilitasnya pada kuartal berikutnya. Investor dan analis pasar menilai kinerja ini sebagai sinyal positif bagi prospek jangka panjang perusahaan.











