Berita  

Krisis Pengelolaan Sampah di Bali dan Tasikmalaya: Antara Bau Dupa dan Bau Busuk

Krisis Pengelolaan Sampah di Bali dan Tasikmalaya: Antara Bau Dupa dan Bau Busuk
Krisis Pengelolaan Sampah di Bali dan Tasikmalaya: Antara Bau Dupa dan Bau Busuk

Keuangan.id – 13 Mei 2026 | Baru-baru ini, krisis pengelolaan sampah di Bali dan Tasikmalaya menjadi sorotan. Di Bali, pariwisata yang menjadi andalan perekonomian daerah tersebut terancam karena masalah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Sementara itu, di Tasikmalaya, gunungan sampah di beberapa tempat pembuangan sementara (TPS) membuat warga dan pedagang merasa terganggu.

Di Tasikmalaya, tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan membuat bau busuk menyengat dan mengancam kesehatan warga serta pedagang. Kondisi ini ditengarai akibat sistem pengangkutan yang tidak sebanding dengan volume produksi sampah harian yang terus melonjak.

Penyebab Krisis Pengelolaan Sampah

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wahid, penumpukan sampah terjadi akibat frekuensi pengangkutan yang tidak sebanding dengan jumlah produksi sampah. Selain itu, masalah keterbatasan jumlah pekerja pengangkut sampah juga menjadi penyebab krisis ini. Banyak pekerja pengangkut sampah yang status kerjanya tidak jelas atau tidak tercatat resmi, sehingga sistem menjadi sangat rentan.

Wahid berharap Pemkot segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menyiasati persoalan penting ini. Ia menekankan bahwa harus ada solusi cepat dan tidak hanya terpaku pada kendala yang ada. Menambah armada dan ritase pengangkutan sampah merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan.

Dampak Krisis Pengelolaan Sampah

Krisis pengelolaan sampah di Bali dan Tasikmalaya memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan warga dan perekonomian daerah. Di Bali, pariwisata yang menjadi andalan perekonomian daerah tersebut terancam karena masalah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Sementara itu, di Tasikmalaya, warga dan pedagang merasa terganggu karena bau busuk dan kotor yang dihasilkan oleh tumpukan sampah.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah di Bali dan Tasikmalaya. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan efektif.

Dengan demikian, diharapkan krisis pengelolaan sampah di Bali dan Tasikmalaya dapat segera diatasi dan kehidupan warga dapat menjadi lebih baik.

Exit mobile version