Berita  

Kapal Prancis Lintasi Selat Hormuz, Pertama dari Eropa

Kapal Prancis Lintasi Selat Hormuz, Pertama dari Eropa
Kapal Prancis Lintasi Selat Hormuz, Pertama dari Eropa

Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Kapal perang Prancis telah lintasi Selat Hormuz, menandai langkah penting dalam upaya memantapkan kehadiran Eropa di wilayah tersebut.

Pemerintah Inggris telah mengumumkan akan mengirim kapal perang, jet tempur, hingga peralatan pemburu ranjau otonom ke Selat Hormuz sebagai bagian dari misi pertahanan multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran komersial.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyampaikan komitmen tersebut dalam pertemuan puncak virtual yang dihadiri lebih dari 40 menteri pertahanan negara mitra.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehadiran Inggris di Timur Tengah, yang dipicu oleh ketegangan akibat perang Iran yang berdampak signifikan pada arus lalu lintas di Selat Hormuz.

Gangguan di jalur tersebut telah menghambat ekspor minyak dan memicu lonjakan harga energi global.

Sebagai informasi, sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia melintasi selat strategis ini setiap harinya.

Untuk mendukung misi ini, London telah menyiapkan dana tambahan sebesar 115 juta poundsterling (sekitar Rp 2,7 triliun) untuk pengadaan drone pemburu ranjau serta sistem pertahanan anti-drone.

Beberapa aset utama yang akan dikerahkan dalam paket bantuan ini meliputi kapal perusak HMS Dragon dan jet tempur Eurofighter Typhoon.

Selain itu, ada sistem otonom yang mencakup drone kapal berkecepatan tinggi dan peralatan deteksi ranjau laut untuk memastikan jalur pelayaran bersih dari ancaman bawah air.

Pengiriman aset baru ini akan menambah kekuatan militer Inggris yang sudah ada di wilayah tersebut.

Saat ini, tercatat lebih dari 1.000 personel Inggris telah ditempatkan di Timur Tengah sebagai bagian dari operasi pertahanan yang sedang berjalan.

Kehadiran Inggris meliputi tim penumpas drone (counter-drone) serta skuadron jet tempur cepat.

Kapal perang Prancis yang lintasi Selat Hormuz menandai langkah penting dalam upaya memantapkan kehadiran Eropa di wilayah tersebut.

Dengan demikian, Inggris telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kehadiran di Timur Tengah dan memastikan keamanan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Exit mobile version