Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Bank Indonesia melaporkan bahwa hingga Januari 2026, kredit konstruksi yang dialokasikan untuk tujuan investasi mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 38 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan mencerminkan dorongan kuat dari sektor konstruksi.
Selain itu, segmen kredit modal kerja untuk proyek konstruksi juga mengalami kenaikan yang mencolok, dengan pertumbuhan sebesar 32,8 persen dalam periode yang sama. Kenaikan ini menandakan tingginya permintaan likuiditas untuk mendukung pelaksanaan proyek‑proyek pembangunan.
Faktor pendorong utama
- Program pembangunan pemerintah: Berbagai inisiatif infrastruktur besar, seperti pembangunan jalan tol, jaringan kereta api, dan proyek perumahan, telah meningkatkan permintaan kredit konstruksi.
- Kebijakan moneter yang mendukung: Suku bunga yang relatif stabil dan kebijakan likuiditas yang memadai mempermudah akses pelaku usaha ke pembiayaan.
- Peningkatan kepercayaan investor: Stabilitas politik dan prospek pertumbuhan ekonomi yang positif mendorong investor domestik dan asing menambah investasi di sektor konstruksi.
Dampak terhadap perekonomian
Peningkatan kredit konstruksi tidak hanya berimplikasi pada sektor properti, tetapi juga menstimulasi rantai nilai lainnya, termasuk bahan bangunan, peralatan, dan jasa teknik. Hal ini berpotensi meningkatkan lapangan kerja dan kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Data pertumbuhan kredit konstruksi (Januari 2024‑Januari 2026)
| Tahun | Pertumbuhan Kredit Investasi (%) | Pertumbuhan Kredit Modal Kerja (%) |
|---|---|---|
| 2024 | 34,5 | 29,1 |
| 2025 | 36,2 | 31,4 |
| 2026 (Jan) | 38,0 | 32,8 |
Para analis memperkirakan bahwa tren kenaikan kredit konstruksi akan berlanjut sepanjang tahun 2026, terutama bila pemerintah tetap melanjutkan program pembangunan infrastruktur skala besar. Namun, mereka juga memperingatkan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas proyek untuk menghindari risiko kredit macet.
Secara keseluruhan, data terbaru menunjukkan bahwa kredit konstruksi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi dalam mendukung sektor ini.











