Berita  

Kontroversi Khaby Lame: Dari Puncak TikTok hingga Gugatan Perceraian dan Strategi Perlindungan Aset

Kontroversi Khaby Lame: Dari Puncak TikTok hingga Gugatan Perceraian dan Strategi Perlindungan Aset
Kontroversi Khaby Lame: Dari Puncak TikTok hingga Gugatan Perceraian dan Strategi Perlindungan Aset

Keuangan.id – 12 April 2026 | Khaby Lame, nama asli Khabane Serigne Lame, telah menjadi salah satu figur paling dikenal di dunia maya sejak ia mengubah cara orang menanggapi video tutorial berlebihan. Lahir pada 4 Mei 2000 di Dakar, Senegal, dan pindah ke Italia pada usia satu tahun, ia tumbuh di kawasan perumahan sosial Chivasso, dekat Turin. Setelah masa remaja yang dipenuhi basket dan sepak bola, Lame kehilangan pekerjaan di sebuah pabrik CNC pada awal 2020 akibat pandemi Covid‑19. Keadaan itu memaksanya beralih ke platform TikTok, di mana ia menemukan celah unik: menanggapi “life hacks” yang rumit dengan gestur tangan terbuka dan ekspresi tanpa kata.

Kebangkitan Global di TikTok

Video tanpa suara dan humor universalnya segera menarik perhatian jutaan pengguna. Pada Juni 2022, Khaby Lame mengalahkan Charli D’Amelio menjadi kreator dengan pengikut terbanyak di TikTok, menembus lebih dari 160 juta pengikut. Kesuksesan itu membuka pintu bagi kontrak iklan berskala internasional, termasuk kolaborasi dengan merek-merek seperti Pepsi, Binance, Google, Barilla, serta peran sebagai duta merek Hugo Boss. Pada awal 2026, perusahaan miliknya, Step Distinctive Limited, dijual kepada grup Hongkong bernama Rich Sparkle senilai US$975 juta, menjadikannya salah satu transaksi terbesar dalam ekonomi kreator.

Pernikahan, Perceraian, dan Isu Keuangan

Pada September 2023, Lame menikah dengan model berketurunan Denmark‑Afrika Selatan, Wendy Thembelihle Juel, dalam upacara intim di Senegal. Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sekitar satu tahun. Pada awal 2025, Juel mengajukan gugatan cerai dengan tuntutan pembagian harta yang setara dengan setengah kekayaan suaminya. Klaim tersebut menimbulkan kegemparan karena perkiraan kekayaan Lame berkisar antara US$80 juta (menurut Celebrity NetWorth) hingga US$20 juta (menurut Forbes).

Pengadilan menemukan bahwa secara resmi tidak ada aset yang tercatat atas nama pribadi Khaby Lame. Seluruh properti, rekening bank, dan hak cipta terdaftar atas nama ayahnya, sebuah struktur yang disebut sebagai “struktur keluarga”. Pendekatan ini mirip dengan taktik yang dipakai pemain sepak bola Achraf Hakimi untuk melindungi asetnya saat perceraian. Karena tidak ada harta yang dapat disita, pihak pengacara Juel dipaksa menyesuaikan tuntutan, bahkan berpotensi harus membayar kompensasi sekitar US$10 juta kepada mantan suami karena dianggap mengajukan gugatan yang tidak berdasar.

Strategi Perlindungan Aset

Strategi penempatan aset di nama orang tua bukan hal baru di kalangan influencer berpendapatan tinggi. Keuntungan utama adalah mengurangi risiko penyerahan harta dalam proses perceraian atau klaim kreditor, terutama ketika pendapatan utama bersifat digital dan sulit dilokalisasi. Namun, pendekatan tersebut menimbulkan pertanyaan etis dan legal, terutama bila dianggap sebagai upaya mengelak kewajiban finansial terhadap pasangan.

  • Nama resmi: Khabane Serigne Lame
  • Pengikut TikTok: >160 juta
  • Perkiraan kekayaan: US$20‑80 juta
  • Kontrak iklan utama: Pepsi, Binance, Google, Barilla, Hugo Boss
  • Penjualan perusahaan digital: US$975 juta (2026)

Reaksi Publik dan Dampak Industri

Rangkaian rumor tentang perceraian dan penyembunyian aset memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian netizen menilai langkah Lame sebagai wajar bagi figur publik yang harus melindungi hak miliknya, sementara yang lain menuduhnya memanfaatkan celah hukum untuk menghindari tanggung jawab. Pengamat hukum menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan aset digital, terutama ketika nilai ekonomi kreator mencapai ratusan juta dolar.

Kasus ini juga menyoroti bagaimana platform digital mengubah dinamika kekayaan dan hukum keluarga. Di satu sisi, keberhasilan Khaby Lame menunjukkan potensi ekonomi kreator yang belum terjamah, namun di sisi lain, munculnya strategi perlindungan aset menuntut regulasi yang lebih adaptif.

Meski kontroversi masih berlangsung, Khaby Lame tetap menjadi ikon budaya pop dengan pengaruh yang melampaui batas bahasa. Ia terus beraktivitas antara Milan dan Amerika Serikat, memperluas kolaborasi di bidang mode, hiburan, dan teknologi AI yang kini menggerakkan citra digitalnya.

Dengan segala dinamika tersebut, masa depan Khaby Lame tampak berada di persimpangan antara inovasi konten dan tantangan hukum yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *