Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Piutang multifinance melambat jadi 0,61% YoY per Maret 2026. Perusahaan-perusahaan multifinance di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Dalam laporan yang dirilis, dapat dilihat bahwa piutang multifinance melambat secara signifikan.
Keputusan pengambilan pinjaman yang lebih hati-hati oleh masyarakat dan perusahaan dapat menyebabkan penurunan piutang multifinance. Hal ini dapat disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi yang tinggi, sehingga masyarakat dan perusahaan lebih berhati-hati dalam mengambil pinjaman.
Dalam menangani situasi ini, perusahaan-perusahaan multifinance harus lebih pintar dalam mengelola keuangan mereka. Mereka harus lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan ekonomi dan lebih cepat dalam bereaksi terhadap perubahan pasar.
- Meningkatkan kesadaran dan dukungan konsumen melalui strategi pemasaran yang efektif.
- Mengembangkan produk dan layanan yang lebih menarik dan fleksibel.
- Mengembangkan jaringan dan kerja sama dengan perusahaan lain untuk meningkatkan akses ke pasar.
Selain itu, perusahaan-perusahaan multifinance harus lebih baik dalam mengelola risiko. Mereka harus lebih baik dalam memantau dan mengelola piutang yang tidak dapat dijamin, serta memiliki rencana yang lebih baik untuk menghadapi situasi darurat.
Dengan strategi yang tepat, perusahaan-perusahaan multifinance dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan kinerja mereka.











