Keuangan.id – 17 Mei 2026 | Pada hari Jumat, kapal tanker Denmark keluar dari Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Namun, keamanan di Selat Hormuz masih dalam keadaan sensitif, terutama setelah pihak berwenang Iran menyita sebuah kapal milik perusahaan keamanan swasta asal China, Sinoguards Marine Security.
Insiden ini terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, ketika kapal tanker Hui Chuan, yang berlayar di bawah bendera Honduras, sedang berlabuh di luar Selat Hormuz, sekitar 38 mil laut di sebelah timur laut wilayah Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA). Otoritas Iran kemudian membawa kapal tersebut masuk ke dalam wilayah perairan mereka.
Sinoguards, yang berbasis di Hong Kong, menjelaskan bahwa otoritas Iran awalnya meminta mereka untuk menunjukkan dokumentasi resmi serta melakukan inspeksi kepatuhan. Kapal Hui Chuan tersebut tengah berfungsi sebagai kapal pengawalan bersenjata untuk melindungi kapal-kapal niaga yang berlayar dari Fujairah dan lima lokasi strategis lainnya di Asia dan Afrika.
Sinoguards didirikan pada 2013 oleh Mario Yun Zhou, seorang lulusan hukum pelayaran dari Universitas Maritim Shanghai yang juga tercatat sebagai CEO perusahaan keamanan kontrak di Irak. Perusahaan keamanan swasta ini beroperasi di bawah otorisasi negara bendera yang berlaku dan persyaratan peraturan yang relevan dengan ruang lingkup operasionalnya.
Insiden ini menandai penyitaan pertama terhadap kapal keamanan swasta sejak pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ketika dikonfirmasi, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sedang berada di Beijing untuk pertemuan puncak (KTT). Hanya beberapa hari sebelumnya, sebuah kapal tanker China diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Keamanan di Selat Hormuz masih dalam keadaan sensitif, terutama setelah pihak berwenang Iran menyita kapal tanker Hui Chuan. Kapal tanker tersebut tengah berfungsi sebagai kapal pengawalan bersenjata untuk melindungi kapal-kapal niaga yang berlayar dari Fujairah dan lima lokasi strategis lainnya di Asia dan Afrika.
Kapal tanker Denmark keluar dari Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat, tetapi keamanan di Selat Hormuz masih dalam keadaan sensitif setelah pihak berwenang Iran menyita kapal tanker Hui Chuan. Insiden ini menandai penyitaan pertama terhadap kapal keamanan swasta sejak pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.











